Kapal Nelayan Pencari Lobster Pecah Dihantam Ombak, 3 Selamat 2 Hilang

Adhar Muttaqien - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 16:23 WIB
Pantai Ngalur
Pantai Ngalur, tempat 3 nelayan terdampar (Foto: Dok. Polsek Tanggunggunung(
Tulungagung -

Sebuah kapal motor yang ditumpangi lima nelayan pemburu lobster pecah dihantam ombak di perairan Tanggunggunung, Tulungagung. Dua nelayan hilang sementara tiga selamat dan terdampar di Pantai Ngalur, Desa Jengglungharjo.

Korban selamat adalah Junaidi (40), Junaidi Ahmad (26), dan Ahmad Jaelani (26). Mereka semua merupakan warga Lombok Barat. Sedangkan nelayan yang hilang adalah Alfab Aziz (25), Marwin (24).

"Kami semua berasal dari satu desa di Lombok Barat, hanya saja domisili dan kerja di wilayah Prigi Trenggalek," kata Junaidi kepada wartawan, Rabu (1/9/2021).

Kecelakaan laut itu bermula pada Selasa (31/8) petang. Junaidi dan keempat rekannya berangkat melaut dari Pantai Damas, Trenggalek.

"Sampai tujuan (Pantai Ngalur) sekitar Pukul 20.30, kemudian istirahat sekitar 30 menit dan kemudian mulai menyelam cari lobster, pakai kompresor," ujar Junaedi.

Saat itu Junaidi dan Ahmad bertugas menyelam, sedangkan tiga rekannya berada di atas kapal. Sekitar pukul 23.00 WIB tiba-tiba muncul ombak besar dan menghantam kapal hingga pecah.

"Saat itu saya berusaha menyelamatkan diri dan akhirnya terdampar di Pantai Ngalur, saya di situ sampai pagi. Yang selamat tiga," jelasnya.

Sementara itu Kapolsek Tanggunggunung AKP Kasianto membenarkan adanya kecelakaan laut tersebut. Tiga korban selamat dievakuasi dan diistirahatkan di Polsek Tanggunggunung.

"Kami dapat laporan tadi pagi, ada korban selamat yang terdampar. Ini tadi sudah kami periksa dan saat ini bersama rekannya dari Trenggalek," katanya.

Menurut Kasianto, untuk proses pencarian dua korban yang masih hilang pihaknya telah melakukan penyisiran darat di sekitar Pantai Ngalur bersama nelayan, namum hasilnya masih nihil. Rencananya, proses pencarian lebih lanjut akan dilakukan bersama Basarnas dan potensi SAR lainnya.

"Untuk kapalnya sudah pecah dan hilang," ujar Kasianto.

(iwd/iwd)