Terpopuler Sepekan di Jatim

Honor Pemakaman COVID di Jember Disebut Legal-Rumah Ambruk Tewaskan 1 Warga

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Agu 2021 08:10 WIB
Polisi Jember memanggil Bendahara BPBD, Siti Fatimah. Ia akan dimintai keterangan terkait dugaan korupsi anggaran monitoring dan evakuasi pemakaman jenazah positif COVID-19.
Foto: Istimewa
Surabaya -

Dalam sepekan, Jawa Timur sedang ramai diperbincangkan soal surat pemanggilan kasus dugaan korupsi anggaran pemakaman COVID-19 di Jember. Hingga polisi turun tangan dan memanggil sejumlah pejabat. Salah satunya Bendahara BPBD Jember, Siti Fatimah.

Dia dimintai keterangan terkait dugaan korupsi anggaran monitoring dan evakuasi pemakaman COVID-19. Selain dimintai keterangan, Fatimah juga diminta membawa sejumlah dokumen. Di antaranya dokumen surat perintah membayar, dokumen pembayaran honor pejabat dan petugas BPBD serta dokumen pembayaran honor petugas lain. Siti dimintai keterangan Polres Jember sekitar 2 jam, Jumat (27/8/2021).

"Tadi tidak lihat jam (Datang ke polres pukul berapa tepatnya). Tapi saya datang sesuai (surat) panggilan itu (pukul 09.00 WIB). Selesai dari mengerjakan tugas (di BPBD Jember), saya datang ke polres," kata Siti saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Untuk dokumen yang dibawa, lanjut Sifa, disiapkan sesuai dengan permintaan yang disampaikan lewat surat pemanggilan polisi. Dia enggan menjelaskan lebih detail tentang materi apa saja yang ditanyakan penyidik.

"Secara teknis saya hanya datang ke Mapolres Jember memenuhi panggilan dari kepolisian. Maaf Mas saya buru-buru mau kembali ke kantor," ujarnya lalu meninggalkan wartawan.

Polisi menyelidiki kasus dugaan korupsi anggaran pemakaman COVID-19 di Jember. Meski honor pemakaman COVID-19 legal, namun diduga ada yang melakukan korupsi.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengakui menerima honor dari anggaran susunan petugas pemakaman COVID-19 hingga Rp 70 juta. Honor ini diklaim sah dan sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan.

Besaran honor yang diterima Hendy, Sekda dan dua pejabat BPBD Jember sama. Yakni Rp 100 ribu per pemakaman. "Memang benar saya menerima honor sebagai pengarah, karena regulasinya ada itu, ada tim di bawahnya juga. Kaitannya tentang monitoring dan evaluasi (Monev)," kata Hendy, Kamis (26/8/2021).

"Besaran honor itu setiap pemakaman atau ada yang meninggal Rp 100 ribu. Kalau tidak salah. Untuk jumlahnya kok sampai kurang lebih Rp 70,5 juta? Karena itu total dari banyaknya korban yang meninggal akibat COVID-19 itu, 705 orang," jelasnya.

Menurut Hendy, honor yang diterimanya itu sesuai dengan regulasi yang ada dan sudah ditentukan. "Terus terang saja, adanya honor itu sesuai dengan regulasi. Saya juga taat dengan regulasi yang saya ikuti," terangnya.

Lihat juga Video: Jenazah Pasien Corona Telantar di Pemakaman, Satgas Jambi Salahkan RS

[Gambas:Video 20detik]