Ini Rekomendasi Pakar Soal Semburan Air 15 Meter di Bojonegoro

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 14:33 WIB
Surabaya - Semburan air setinggi 15 meter keluar dari lubang pengeboran air (sumur artesis) di Dusun Sanggar, Desa Sidomulyo, Kedungadem, Bojonegoro. Pakar Geologi ITS, Dr Amien Widodo memberikan sejumlah rekomendasi.

"Kalau menurut saya sebaiknya ditutup kalau dia mengandung gas. Tapi ditunggu mungkin dua tiga hari biasanya kan langsung habis. Kalau gasnya habis kan akan habis tekanannya juga menurun," kata Amien saat dihubungi detikcom di Surabaya, Jumat (27/8/2021).

"Tapi kalau sampai seminggu lebih masih menyembur sebaiknya ditutup. Apa lagi asin kan ya, karena itu tersimpan lama di dalam tanah, lebih banyak garamnya ikut di dalam situ jadi dia asin," imbuhnya.

Amien menyebut air yang asin dan berbau belerang merupakan air formasi. Amien menyarankan untuk menawarkan hal ini ke salah satu perusahaan. Karena, ada perusahaan yang membutuhkan air formasi. Namun, perlu penelitian lebih lanjut tentang kandungan dalam air.

"Mungkin kalau dia mau menawarkan ke Kimia Farma, karena Kimia Farma dia akan mengambil airnya. Biasanya ada yodiumnya, tapi harus dites dulu. Biasanya dari Kimia Farma mengambil air formasi untuk diambil yodiumnya," tambah Amien.

Di kesempatan ini, Amien menyebut fenomena semburan air ini merupakan hal yang biasa. "Itu biasa, di daerah Jatim itu biasa karena Jatim daerah cekungan minyak dan gas bumi yang sangat luas daerahnya sampai Bojonegoro," pungkas Amien.

Sebelumnya, semburan air terjadi pada Kamis (26/8) sekitar pukul 18.00 WIB. Air itu muncrat hingga setinggi 15 meter. Air ini keluar dari pengeboran sumur artesis sedalam 60 meter. Lubang itu sudah dibiarkan seminggu karena tak ada air yang memancar saat dibor. Air yang awalnya menyembur bening berubah menjadi keruh, asin, dan berbau belerang setelah 3 jam berlalu. (hil/iwd)