Orkes Melayu di Pasuruan Picu Kerumunan, Kades dan Kasun Didenda Rp 5 Juta

Muhajir Arifin - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 20:59 WIB
Kasus orkes melayu di Kabupaten Pasuruan yang menimbulkan kerumunan sampai ke sidang tindak pidana ringan. Kades dan kasun setempat dinyatakan bersalah melanggar aturan PPKM level 3.
Sidang tindak pidana ringan di Kabupaten Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan -

Kasus orkes melayu di Kabupaten Pasuruan yang menimbulkan kerumunan sampai ke sidang tindak pidana ringan. Kades dan kasun setempat dinyatakan bersalah melanggar aturan PPKM level 3.

Dalam sidang yang digelar di PN Bangil, Kades Sekarjoho, Rustin dan Kasun Dinoyo, Hariyanto dijatuhi hukuman denda Rp 5 juta oleh majelis hakim. "Jika denda tak dibayar keduanya harus menjalani kurungan 3 hari," kata Hakim Hadi Ediyarsyah saat membacakan putusan, Rabu (25/8/2021).

Atas putusan tersebut, Rustin menerima. Ia mengaku menyesal mengizinkan dan menggelar orkes melayu. Sementara Hariyanto tak mau berkomentar saat dimintai keterangan oleh awak media.

"Tahu kalau PPKM level 3, mungkin masih dimaafkan untuk hari kemerdekaan ini karena setahun sekali. Tapi kalau jadinya seperti ini saya pasrahkan kepada Allah SWT. Jadi semua ini saya jalani dengan ikhlas," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satgas COVID-19 Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan membubarkan orkes melayu di Dusun Dinoyo, Desa Sekarjoho pada Selasa (17/8) malam. Acara yang digelar untuk merayakan HUT RI ke-76 itu dihadiri ratusan orang dan menyebabkan kerumunan.

Satreskrim Polres Pasuruan kemudian melakukan penyelidikan. Rustin dan Hariyanto kemudian dijadikan tersangka pelanggaran Perda Provinsi Jatim Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

(sun/bdh)