Anak Yatim Piatu Korban COVID-19 di Mojokerto Dapat Beasiswa Pendidikan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 17:19 WIB
polres mojokerto
Kapolres Mojokerto memberi beasiswa pendidikan kepada anak yatim piatu yang ditinggal ortunya karena COVID-19 (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Sejumlah anak yatim piatu yang kedua orang tuanya meninggal dunia karena COVID-19 mendapatkan beasiswa pendidikan dari Polres Mojokerto. Selain itu, 600 warga terdampak pandemi Corona juga mendapatkan bantuan dari alumni Akpol tahun 2000 Sanika Satyawada.

Penyerahan beasiswa dan pembagian bansos merah putih dipimpin langsung Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander. Beasiswa pendidikan diserahkan kepada 2 anak yatim piatu di Desa Padusan, Kecamatan Pacet. Orang tua anak berusia 7 dan 17 tahun itu meninggal karena COVID-19.

Selanjutnya, Dony membagikan paket sembako ke 2 penyandang disabilitas. Sembako berupa beras, minyak goreng, mi instan, teh, kopi dan gula disalurkan ke W (69), tunanetra di Desa/Kecamatan Dlanggu dan S (42), warga Desa Pekuwon, Bangsal yang lumpuh.

polres mojokertoWarga terdampak pandemi juga mendapat bantuan (Foto: Enggran Eko Budianto)

"Semoga bantuan sembako dari kami dapat meringankan keluarga selama pandemi COVID-19. Sedangkan program beasiswa yang kami berikan harapan saya dapat digunakan untuk melanjutkan sekolah bagi anak yatim piatu yang kedua orang tuanya meninggal dunia karena COVID-19," kata Dony kepada wartawan, Rabu (25/8/2021).

Bakti sosial juga digelar alumni Akpol tahun 2000 Sanika Satyawada di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Mojosari. Dony yang notabene alumni Akpol 2000 memimpin penyaluran bantuan bertajuk 'Senyum untuk Negeri' tersebut.

Didampingi Wabup Mojokerto Muhammad Albarraa, Dony menyerahkan paket sembako ke perwakilan warga terdampak pandemi COVID-19 dan PPKM. Selanjutnya, para Bhabinkamtibmas dan Babinsa mendistribusikan bantuan ke rumah 600 penerima untuk mencegah kerumunan.

Ratusan penerima paket sembako kali ini dari unsur Kauri, pegiat seni, pedagang kaki lima (PKL), tukang ojek online, penyandang disabilitas, tukang becak, serta pak ogah dan warga terdampak lainnya.

"Ini wujud kepedulian Polri, khususnya alumni Akpol 2000 untuk membantu kebutuhan masyarakat di tengah masa sulit akibat pandemi COVID-19 dan pemberlakuan PPKM," terang Dony.

Mantan Kapolres Pasuruan Kota ini mengajak warga Mojokerto untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dan ketentuan PPKM. "Dengan kerjasama yang baik kita semua, insyaallah kita bisa menekan penyebaran COVID-19," tandas Dony.

(iwd/iwd)