Jawa Timur Disebut Tak Ada Desa Tertinggal

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 13:47 WIB
Gubernur Khofifah
Foto: Tangkapan Layar
"Dalam setiap proses pembangunan yang dilakukan terdapat ikhtiar agar terus menekan angka kemiskinan serta mendorong kesejahteraan masyarakat terus meningkat," tuturnya.

Khofifah menjelaskan, terjadi peningkatan jumlah desa mandiri di Jatim pada tahun ini dibandingkan pada tahun 2020 sebanyak 332 desa. Begitu pula pada status IDM maju yang meningkat tajam dari 2.621 desa pada tahun 2020 menjadi 3.283 desa.

"Tahun lalu masih terdapat 3 desa tertinggal dan satu desa sangat tertinggal. Tahun ini sudah tidak ada lagi. Hal ini setelah ditetapkannya dua desa di Jatim, yakni Renokenongo dan Kedungbendo di Kabupaten Sidoarjo sebagai desa yang tidak memenuhi kriteria pembentukan desa sesuai UU Nomor 6 tahun tahun 2014 tentang desa," jelasnya.

Selain itu, Khofifah menyebut pihaknya memiliki berbagai program. Diantaranya program Desa Berdaya dan Paman Desa yang memberikan stimulus berupa permodalan di tingkat desa.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20,1 miliar untuk Paman Desa dengan sasaran 301 BUMDesa. Kemudian anggaran untuk Desa Berdaya senilai Rp 15,1 miliar untuk 151 Desa Mandiri

"Keberhasilan ini juga tidak lepas dari kerja keras semua pihak. Maka saya menyampaikan terima kasih kepada para kepala daerah, camat, kepala desa dan seluruh pendamping desa, serta perguruan tinggi yang telah melakukan pendampingan sehingga tercapainya peningkatan terhadap status IDM di Jatim," paparnya.

Khofifah juga memberikan apresiasinya terhadap lima desa yang masuk dalam 10 ranking tertinggi nasional. Lima desa asal Jatim antara lain Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu dengan skor 0,9981; Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi dengan skor 0,9924; Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu dengan skor 0,9886; Desa Gentengwetan, Kecamatn Genteng, Banyuwangi 0,9867; Desa Punten, Kecamatan Bumiaju, Kota Batu dengan skor 0,9775.

"Selamat atas pencapaian yang telah diraih. Menjadi desa mandiri dan masuk sebagai ranking tertinggi secara nasional adalah bukti keseriusan seluruh komponen desa dalam mewujudkan pembangunan yang maksimal," pungkas Khofifah.


(hil/fat)