Tambahan 70 Bed ICU dan HCU di RSAL Dr Ramelan Siap untuk Pasien COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 13:08 WIB
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono meninjau kesiapan tambahan bed ICU dan HCU untuk pasien COVID-19, di RSAL Dr Ramelan Surabaya. Total ada 70 bed tambahan.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya -

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono meninjau kesiapan tambahan bed ICU dan HCU untuk pasien COVID-19, di RSAL Dr Ramelan Surabaya. Total ada 70 bed tambahan.

Hari ini, Yudo didampingi Dirut RSU dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi dan Plt Dinkes Jatim dr Kohar di RSAL. Tiga pekan lalu ia juga telah meninjau penambahan bed ICU dan HCU itu.

Penambahan bed pada ruang ICU dan HCU ini juga atas kerja sama dengan RSU dr Soetomo dan Dinkes Jatim. Serta para ahli.

"Ini sudah jadi dan siap untuk dioperasionalkan. Ini pengembangan dari RSAL, nakes dan dokter akan didukung dari Ramelan. Tentunya akan berkoordinasi dengan RSU dr Soetomo. Jadi ketika nanti ada pasien yang tidak mampu di sana (di RSU dr Soetomo) bisa di sini. Karena ini sudah menambah 50 (bed) ICU dan 20 HCU. Ini sangat bermanfaat untuk masyarakat. Tentunya yang menderita COVID sedang sampai berat. Kalau di Samator maupun Marinir yang ringan," kata Yudo kepada wartawan usai meninjau ICU dan HCU, Jumat (20/8/2021).

Sehingga, lanjut Yudo, apabila ada pasien di Samator maupun Marinir dengan kondisi sedang hingga berat, maka akan dievakuasi ke RSAL. Di RSAL pun begitu, pasien dengan gejala ringan akan dibawa ke Samator atau Marinir.

Ia menegaskan, RSAL bisa untuk masyarakat umum. Sebab, RSAL dr Ramelan bersifat sama dengan RS lainnya yang bersama-sama untuk percepatan penanganan COVID-19.

"Ini bisa untuk merawat masyarakat dan gratis. Jadi jangan seolah-olah ini punya Angkatan Laut, tapi bisa merawat masyarakat bersama dengan RS lain untuk percepatan penanganan COVID-19," jelasnya.

Mulai Sabtu (21/8), tambahan bed ICU dan HCU bisa dioperasikan. Tenaga kesehatan hingga dokter sudah siap menjalankan tugas.

"Sudah siap digunakan, kami cek sarprasnya sudah memenuhi syarat dan siap untuk dioperasionalkan. Belum ada pasien. Siap digunakan, ada dokter dan nakes. Mulai besok bisa beroperasi," ujarnya.

Ketika ditanya apakah ada rencana penambahan ruangan, Yudo tidak bisa memastikannya. Ia akan melihat perkembangannya. Tetapi pihaknya telah berusaha untuk menyiapkan sarana isolasi maupun menambah bed ICU dan ICU.

"Semoga tidak terisi pasien, harapannya kondisi semuanya membaik dan masyarakat tidak perlu dirawat," pungkasnya.

(sun/bdh)