Aksi Pria Sulap APAR Jadi Tabung Oksigen Palsu Terbongkar di Surabaya

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 15:04 WIB
Seorang produsen tabung oksigen palsu di Surabaya ditangkap. Polisi menyita ratusan tabung APAR (alat pemadam api ringan) yang telah dimodifikasi seperti tabung oksigen.
Jumpa pers Polda Jatim/Foto: Amir Baihaqi
Surabaya -

Seorang produsen tabung oksigen palsu di Surabaya ditangkap. Polisi menyita ratusan tabung APAR (alat pemadam api ringan) yang telah dimodifikasi seperti tabung oksigen.

Tersangka yakni NW warga Sukomanunggal, Surabaya. Ia diketahui telah memproduksi dan menjual tabung oksigen palsu itu sejak Juli 2021. Ia ditangkap pada 12 Agustus 2021.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengatakan, terbongkarnya kasus pemalsuan tabung berawal dari laporan masyarakat yang merasa tertipu, usai membeli seharga Rp 4 juta. Sebab saat digunakan, banyak ditemui kejanggalan dari tabung oksigen palsu.

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dan kurang dari sebulan, tersangka tertangkap. Tak hanya itu, polisi juga menemukan 800 tabung oksigen palsu siap dijual.

"Tim melakukan penyelidikan. Setelah itu, tim mendatangi CV SAK, di sana tim menggeledah dan menemukan 800 tabung yang ada di CV itu," terang Nico kepada wartawan, Rabu (18/8/2021).

Modus tersangka dalam memproduksi tabung oksigen palsu yakni memodifikasi tabung APAR dengan dicat ulang. Selain itu, agar terlihat asli, regulator tabung APAR juga dicopot. Baru kemudian diisi dengan oksigen.

"Tabung ini hasil modifikasi tabung APAR, yang seolah-olah tabung oksigen. Tersangka mengubah catnya. Yang semula warna merah, digosok, lalu dicat warna putih. Lalu isinya dikeluarkan, dipasang regulator, kemudian oksigen diisikan di dalamnya," jelasnya.

"Ini sangat berbahaya. Karena kita tahu kebutuhan oksigen di Jatim itu bisa dipenuhi oleh 6 pabrik yang ada di sini. Dan pemerintah sudah melakukan kerja sama," imbuhnya.

Atas aksinya, tersangka kini dijerat Pasal 197 Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009. Ancaman hukumannya yakni 15 tahun pidana penjara.

(sun/bdh)