Anggota DPR RI Bagikan Biskuit untuk Ibu Hamil dan Balita Demi Pemenuhan Gizi

Charoline Pebrianti - detikNews
Selasa, 17 Agu 2021 15:15 WIB
Anggota DPR RI Komisi V Sri Wahyuni
Anggota DPR RI Komisi V Sri Wahyuni membagikan biskuit kepada ibu hamil dan balita di Ponorogo(Foto: Charoline Pebrianti)
Ponorogo -

Anggota DPR RI Komisi V Sri Wahyuni membagikan 4 ribu biskuit kepada ibu hamil dan balita di Ponorogo. Tujuannya untuk membantu pemenuhan gizi di masa pandemi COVID-19 ini.

Yuni mengatakan kegiatan ini sengaja dipilih bertepatan dengan hari kemerdekaanagar ibu hamil dan balita bisa merdeka dari kekurangan gizi. Pun selain itu bisa menularkan semangat berbagai di masa pandemi COVID-19.

"Ibu hamil dan balita perlu perhatian, apalagi masyarakat terdampak pandemi COVID-19 yang membutuhkan makanan," tutur Yuni kepada wartawan, Selasa (17/8/2021).

Yuni menambahkan di masa pandemi ini, sebagai bagian dari pemerintahan pihaknya harus hadir serta turut berkontribusi untuk berbagi kepada masyarakat. Beberapa waktu lalu, NasDem juga membagikan makanan kepada warga isoman.

"Poin utama soal memberi, hari-hari seperti ini. Apalagi pandemi berlangsung, masyarakat kesulitan. Semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban," ujar Yuni.

Menurut Yuni, ibu hamil dan balita merupakan masa depan bangsa yang harus diperhatikan. Sebab, masa depan Bangsa Indonesia tergantung kepada ibu dan juga generasi penerus.

"Merekalah (ibu hamil dan balita) merupakan masa depan bangsa Indonesia sehingga ketersediaan gizinya harus terjamin," tandas Yuni.

Pun selain itu, dalam peringatan Kemerdekaan ke-76 RI ini Indonesia harus merdeka dari kebodohan, merdeka dari kemiskinan, merdeka dari gizi buruk, dan merdeka dari semua penderitaan dan kesengsaraan.

"Khusus untuk 2021 merdeka dari COVID-19, mudah-mudahan segera berlalu," tukas Yuni.

Semangat 45 ini, lanjut Yuni, harus dipertahankan terutama bahu membahu, gotong royong, kebersamaan serta untuk mengentaskan kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan.

"Saat ini kami mendorong masyarakat untuk mengembangkan pekerjaannya masing-masing, mengembangkan sektor yang digeluti. Mendorong petani porang lebih berdaya, lebih produktif, lebih meningkatkan kualitas," pungkas Yuni.

(iwd/iwd)