Terduga Teroris di Malang Disebut Manajer Penggalang Dana Lembaga Zakat

Muhammad Aminudin - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 17:47 WIB
teroris di malang
Rumah kontrakan CA yang digeledah Densus 88 (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

Densus 88 mengamankan terduga teroris di Jalan Joyo Utomo, Kota Malang. Dari penggeledahan di rumahnya, diamankan buku, kartu ID, sampai dengan laptop.

Ketua RT04/RW04 Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Hariyono mengatakan penggeledahan dilakukan langsung oleh Densus 88 tengah hari tadi.

Dirinya bersama Pak Lurah dihadirkan untuk menyaksikan proses penggeledahan di rumah kontrakan milik CA (41) itu.

"Dari penggeledahan tadi, dibawa buku-buku, kartu ID, dan juga laptop dari rumah kontrakan Pak CA. Densus 88 menunjukan surat penangkapan dan penggeledahan," terang Hariyono ditemui awak media di rumahnya, Senin (16/8/2021), siang.

Kediaman Hariyono berada di gang kecil sebelah timur rumah kontrakan Hariyono yang dijadikan tempat usaha asesoris itu.

Ditanya soal kartu ID yang disita Densus 88 dalam penggeledahan?, Hariyono menyebut dalam kartu ID tertera jika CA merupakan manager penggalang dana LAZ Aba, salah satu lembaga amil zakat.

"Dalam ID-nya disebut manager penggalangan dana LAZ Aba. Penangkapan diduga terkait galang dana itu," tegasnya.

Menurut Hariyono, CA baru dua tahun menempati rumah kontrakan itu. Sampai hari ini, CA masih menggunakan identitas asal Jombang, belum berpindah tempat.

"Baru dua tahun, aslinya Jombang. Di situ buka toko asesoris pegawainya banyak. Tinggalnya bersama istri dan anaknya," tuturnya.

Hariyono sendiri tak mengetahui detik-detik saat CA diamankan. Waktu itu, dirinya berada di masjid untuk melaksanakan salat Zuhur, setelah itu baru mendapatkan kabar dari Lurah untuk datang ke rumah Choirul.

"Saya pas di masjid, ketika pulang dihubungi Pak Lurah. Katanya Pak CA sudah ditangkap lebih dulu, dan tadi dilakukan penggeledahan di rumahnya," beber Hariyono.

Pantauan detikcom, pasca penggeledahan oleh Densus 88, tempat usaha milik CA masih buka. Ada beberapa pegawai yang berjaga dan mereka menolak untuk ditanya soal adanya penggeledahan.

Terpisah, Fauzan (33), pemilik warteg yang lokasinya bersebelahan dengan kontrakan CA justru mengira kehadiran polisi, akan menggelar operasi masker.

Dirinya kemudian meminta pegawai dan orang-orang di warung untuk memakai masker. "Tapi ternyata, Pak CA rumahnya di datangi oleh polisi," ujarnya ditemui di lokasi.

Fauzan mengenal sosok CA, karena biasa bertemu di masjid untuk menunaikan salat berjemaah. Meski terkesan menutup diri, CA dikenal cukup baik dengan warga sekitar.

"Orangnya tertutup memang, saya sering bertemu kalau ke masjid. Cukup kaget juga, yang datang tadi Densus 88 katanya," pungkas Fauzan.

(iwd/iwd)