Peledakan Tebing Proyek Bendungan Bagong Trenggalek Dihentikan Sementara

Adhar Muttaqin - detikNews
Minggu, 08 Agu 2021 20:29 WIB
Kepala Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Trenggalek mengkaim, bangunan yang rusak akibat peledakan tebing mencapai 21. Peledakan tebing itu dalam proyek nasional Bendungan Bagong.
Peledakan tebing dalam proyek Bendungan Bagong/Foto: Istimewa
Trenggalek - Kontraktor pelaksana pembangunan Bendungan Bagong, Trenggalek menghentikan sementara proses peledakan tebing dan perbukitan. Peledakan dihentikan usai ada puluhan bangunan rusak.

Humas PT PP Jatiwangi KSO Bendungan Bagong, Mashudi mengatakan, penghentian sementara itu dilakukan sampai dengan penyelesaian dampak kerusakan rumah warga tuntas.

"Saat ini kami belum bisa melakukan blasting sebelum masalah ini selesai. Kami akan off dulu sambil nanti kami siapkan rencana-rencana teknis yang lebih aman," kata Mashudi, Minggu (8/8/2021).

Menurutnya selama berhenti melakukan kegiatan peledakan, pihaknya akan fokus pada pengerjaan pembedahan hasil peledakan yang telah dilakukan sebelumnya. Kontraktor bakal membersihkan batuan dan material tanah dari lokasi peledakan ke titik penampungan.

"Kami bersihkan dulu batu-batuan dari lokasi blasting. Tidak masalah kami berhenti dulu," ujarnya.

Pihak kontraktor pelaksana menargetkan proses penyelesaian dampak ledakan gelombang dua itu akan tuntas, maksimal dua pekan ke depan. Sehingga proses peledakan berikutnya bisa kembali dijalankan.

Tak hanya penghentian sementara, pihaknya juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skenario peledakan selanjutnya. Sehingga lebih aman dan minim risiko bagi lingkungan.

"Kami akan sosialisasi ulang ke warga, nanti jadwal akan menyusul. teknisnya bagaimana. Ke depan akan ada perubahan," imbuhnya.

Mashudi berjanji akan meningkatkan standar pengaman pada saat proses peledakan. Mulai dari penyiapan pagar pengaman hingga selimut blasting.

"Tingkat pengamanan akan ditingkatkan," imbuhnya.

Kata dia, untuk proses peledakan tersebut pihaknya menggandeng PT Maleo dan telah memiliki perizinan lengkap mulai dari tingkat polres hingga Mabes Polri.

"Legalitas atau administrasi PT Maleo selaku vendor blasting sudah terpenuhi semua. Sudah dijelaskan Bapak Kasat Intel juga semua terkait administrasi perizinan blasting sudah oke," jelas Mashudi.

Sabtu (7/8) siang dilakukan peledakan perbukitan dan tebing di area proyek nasional Bendungan Bagong. Namun ledakan menimbulkan kerusakan pada 21 bangunan yang terkena lemparan batu ledakan.

"Ada sembilan rumah yang mengalami kerusakan sedang, 11 rumah rusak ringan dan satu unit tempat ibadah rusak ringan," kata Kades Sumurup, Budianto. (sun/bdh)