Kontraktor Bendungan Bagong Trenggalek Tanggung Jawab Dampak Peledakan Tebing

Adhar Muttaqin - detikNews
Minggu, 08 Agu 2021 17:31 WIB
Kepala Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Trenggalek mengkaim, bangunan yang rusak akibat peledakan tebing mencapai 21. Peledakan tebing itu dalam proyek nasional Bendungan Bagong.
Peledakan tebing dalam proyek Bendungan Bagong/Foto: Istimewa
Trenggalek - Puluhan bangunan rusak akibat peledakan tebing dalam proyek nasional Bendungan Bagong. PT PP Jatiwangi KSO selaku kontraktor akan bertanggung jawab penuh.

Humas PT PP Jatiwangi KSO Bendungan Bagong, Mashudi mengatakan, pihaknya akan melakukan penggantian kerugian terhadap rumah-rumah warga yang rusak terkena lemparan batu dari titik peledakan.

Tanggung jawab itu disampaikan langsung pihak kontraktor dalam pertemuan bersama Kepala Desa Sumurup serta RT dan RW selaku perwakilan warga. "Kami bertanggung jawab penuh atas peristiwa kemarin. Tadi sudah kami sampaikan ke masyarakat disaksikan teman-teman polres, ada PU, ada konsultan, koramil, tokoh masyarakat, Pak Kadesnya, tadi sudah kami sampaikan," kata Mashudi, Minggu (8/8/2021).

Untuk proses ganti rugi akan dilakukan setelah pihaknya bersama masyarakat, melakukan penghitungan dampak kerusakan yang ditimbulkan. "Kerusakannya bagaimana seberapa jauh dan total biaya yang harus kami siapkan, untuk memperbaiki itu berapa, nanti akan kami koordinasikan dengan warga," ujarnya.

Pihaknya mengaku telah mendatangi beberapa rumah warga yang terdampak. Dari tinjauan lapangan ditemukan atap rumah warga yang jebol akibat terkena lemparan batu. Tak hanya itu, salah seorang warga juga syok akibat kejadian ledakan tersebut.

"Kalau kemarin kami lihat memang ada beberapa asbes yang bolong. Masalah pergantian biaya psikis, karena Mbah Katinem itu takut dengan suara, kalau disebut sampai pingsan tidak benar. Karena saya sendiri sempat bertemu dan komunikasi, nanti akan kami siapkan," imbuhnya.

Mashudi menjelaskan, lemparan batu hasil peledakan hingga perkampungan warga di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan tersebut di luar prediksi teknis. Sebab titik peledakan berada di Desa Sengon dengan radius hingga ratusan meter.

"Secara persiapan sudah matang, tetapi hasilnya flying rock-nya melebihi batas yang kami tentukan," imbuhnya.

Ia menjelaskan, sebelum proses peledakan, pihaknya telah melakukan upaya pengamanan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Termasuk melakukan imbauan langsung kepada masyarakat yang ada di sekitar lokasi peledakan.

Sabtu (7/8) siang dilakukan peledakan perbukitan dan tebing di area proyek nasional Bendungan Bagong. Namun ledakan menimbulkan kerusakan pada 21 bangunan yang terkena lemparan batu ledakan.

"Ada sembilan rumah yang mengalami kerusakan sedang, 11 rumah rusak ringan dan satu unit tempat ibadah rusak ringan," kata Kades Sumurup, Budianto. (sun/bdh)