Cerita Tukang Becak di Surabaya Selama PPKM

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 11:32 WIB
Surabaya masih menerapkan PPKM level 4. PPKM berdampak besar pada aktivitas perekonomian, salah satunya dirasakan tukang becak.
Tukang becak di Surabaya/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya -

Surabaya masih menerapkan PPKM level 4. PPKM berdampak besar pada aktivitas perekonomian, salah satunya dirasakan tukang becak.

Pantauan detikcom di kawasan Pusat Grosir Surabaya (PGS) dan Pasar Turi, tampak beberapa tukang becak yang tengah menunggu penumpang. Mereka menunggu di atas becak bahkan ada yang sampai tertidur.

Radi (61), salah seorang tukang becak mengaku hanya mendapat satu penumpang dari pagi hingga sore. Ongkos yang dia diterima Rp 25 ribu.

Meski hanya mendapat satu penumpang, ia bersyukur. Menurutnya, uang Rp 25 ribu masih bisa untuk makan bersama keluarga di rumah.

"Nggak ada penumpang, cuman angkut dari bus-bus kota kalau ada. Sehari cuman Rp 25 ribu, itu sudah bersyukur sekali bisa buat makan," kata Radi kepada detikcom, Jumat (6/8/2021).

Radi mengatakan, selama PPKM, penumpang atau langganan yang biasa naik becaknya hampir tak ada. PGS serta Pasar Turi tutup total selama PPKM, sehingga sepi penumpang.

"Sebelum PPKM bisa buat belanja ibuk di rumah, sekarang ga bisa. Bisa buat beli makan saja sudah bersyukur, alhamdulillah. Karena masih banyak orang yang di bawah saya, buat makan sehari sama keluarga susah. Saya ada penumpang satu sudah sangat bersyukur," ucapnya.

Ia berharap PPKM level 4 tidak diperpanjang lagi. Sebab, ia juga ingin memberikan uang lebih kepada istri dan anaknya agar bisa makan yang lebih enak.

"Ya semoga ga diperpanjang PPKM-nya dan bisa buka lagi," ujarnya.

Abdul Muchid (58), tukang becak lainnya juga mengungkapkan hal senada. Sejak PGS dan Pasar Turi tutup, tidak ada penumpang yang datang. Tetapi ia bersabar menunggu dan terus berharap ada orang yang mendatanginya dan minta diantar ke tempat tujuan.

"Jadi sepi, ga ada penumpang. Kalau buka gitu lumayan rame orang-orang yang habis beli grosiran. Ini sehari sepi belum dapat penumpang, sabar aja, ditunggu, insyaallah ada penumpang," kata Abdul sambil tersenyum.

"Biasanya nunggu penumpang dari PGS sama Pasar Turi. Sekarang yang ditunggu dari sana ga ada, jagani orang turun dari len (angkot) sama bus," pungkasnya.

(sun/bdh)