Jika Maju Pilpres 2024, Gonta-ganti Nama Muhaimin Iskandar Dinilai Merugikan

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 13:54 WIB
baliho muhaimin iskandar
Baliho Muhaimin Iskandar (Foto: Dok. detikcom)
Surabaya -

Baliho Muhaimin Iskandar bertebaran di sejumlah daerah. Namun baliho tersebut tertulis berbagai nama Muhaimin Iskandar seperti Muhaimin Iskandar, Abdul Muhaimin Iskandar, Gus Muhaimin, Gus Imin, Gus Ami, dan juga Cak Imin.

Beberapa waktu lalu, ketua umum PKB tersebut biasanya ditulis sebagai Gus Ami, singkatan dari Ahmad Muhaimin Iskandar, setelah sebelumnya kerap disapa Cak Imin.

Berubahnya political name calling atau panggilan politik hingga berulang kali, dinilai pengamat politik merugikan. Terlebih jika Muhaimin hendak maju dalam kontestasi Pilpres 2024.

baliho muhaimin iskandarBaliho Muhaimin Iskandar di Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo)

"Pergantian berulangkali penyebutan tersebut secara marketing dan komunikasi politik sesungguhnya cenderung merugikan. Karena ketika publik ingin menyimpannya sebagai sebuah kode, ternyata mereknya telah berubah lagi," ujar pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Mochtar W Utomo kepada detikcom di Surabaya, Kamis (5/8/2021).

Direktur Surabaya Survey Center (SSC) ini menyebut jika Muhaimin Iskandar masih terus mengganti nama panggilan politiknya, tentu akan menurunkan popularitas hingga elektabilitasnya.

"Jika situasi seperti ini berlangsung terus, maka seperti yang sudah-sudah, baik popularitas, akseptabilitas maupun elektabilitas Muhaimin akan sulit naik. Dan itu akan jadi problem tersendiri bagi upaya elektoralnya menuju 2024," tambahnya.

baliho muhaimin iskandarBaliho Muhaimin Iskandar di Bojonegoro (Foto: Ainur Rofiq)

Mochtar menyebut ada sejumlah hal yang mesti dipertimbangkan sebelum memilih nama panggilan politik agar bisa selalu diingat masyarakat.

"Tetapkan political name calling yang kuat dengan pertimbangan berbagai kajian, marketing, komunikasi, psikologi, semiotik dan yang lain sesuai dan selaras konteks sosial politik yang berkembang. Pilihlah merek yang dekat dengan suasana batin pemilih, pendek, mudah diingat, familiar, kuat kode dan simbol dan jangan elitis," pungkas Mochtar.

Simak juga Video: PDIP Yakin Bisa Rebut Suara Pacitan di Pilpres 2024

[Gambas:Video 20detik]



(hil/iwd)