Telekonsul Para Dokter di Blitar ini Bagai Pelita dalam Gelap Bagi Pasien Isoman

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 16:33 WIB
telekonsul dan telemedicine di blitar
Christine Indrawaty menunjukkan layanan telekonsul di HP-nya ((Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Handphone yang dipegang Christine tak henti bunyi menandakan pesan masuk. Dokter umum ini kebagian waktu malam hari untuk melayani telekonsul para pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri.

Ya, Christine Indrawaty bersama beberapa rekan sesama dokter bergerak bersama di sela waktu luang mereka. Mereka berniat menyisihkan sebagian hari untuk memberikan petunjuk arahan dan rambu tentang apa dan kemana pasien isoman harus berjalan.

Tingginya angka kematian pasien isoman, membuat mereka sadar bahwa pengetahuan penanganan paparan virus Corona sangat minim di masyarakat. Atas kesadaran itu, seorang dokter spesialis patologi klinis di Malang bernama Lianita memberikan konsultasi gratis di akun IG-nya. Lianita memberikan layanan itu karena punya banyak waktu luang sebagai ibu rumah tangga.

Dalam jangka waktu dua pekan, ada 100 netizen mengirimkan DM ke akun IG-nya. Ini membuatnya kewalahan. Lianita pun kemudian mengajak dua rekannya sesama dokter untuk bergabung. Sahabat bertemu sahabat, ide keren ini mereka sounding di grup aplikasi percakapan SMA.

Gayungpun bersambut, hingga seorang teman ahli IT jebolan USA bernama Handik, membuatkan aplikasi di platform telegram untuk memudahkan komunikasi interaktif antara dokter dengan pasien yang sedang isoman.

"Nah dari Handik inilah saya sangat tertarik gabung ke mereka. Selama dua hari, melalui zoom meeting kami matangkan konsep. Hingga hari ketiga, kami launching program Satu Hari, Satu Hati, Satu Nyawa Isolasi Terpantau," papar Christine yang juga Kabid Yankes Dinkes Pemkab Blitar ini, Minggu (1/8/2021).

Karena pagi menjalani pekerjaan sebagai ASN, Christine meminta sif mulai pukul 18.30 sampai 24.00 WIB untuk melayani telekonsul ini. Bersama delapan orang dalam satu tim, telekonsul ini memberikan layanan selama 24 jam nonstop dan gratis.

Karena konsepnya telekonsul bukan telemedicine, lanjut Christine, maka mereka hanya memberikan petunjuk jalan kemana para pasien isoman harus berjalan. Dari ratusan pasien yang memanfaatkan telekonsul gratis ini, kebanyakan pertanyaannya sama.