Warga Madiun Gelar Dongkrek yang Dipercaya Bisa Usir Pagebluk COVID-19

Muhajir Arifin - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 10:58 WIB
dongkrek Madiun
Kesenian dongkrek di Madiun dipercaya bisa mengusir pagebluk (Foto: Sugeng Harianto)
Madiun -

Berbagai cara dilakukan warga untuk melawan COVID-19. Di Madiun, kesenian dongkrek dilibatkan keliling kampung dan dipercaya bisa mengusir pagebluk atau wabah penyakit.

"Ini kita dalam rangka bersih desa yang tujuannya membersihkan penyakit yang ada di tanah air kita ini. Mudah-mudahan dalam rangka kirab dongkrek ini bisa membersihkan segala penyakit termasuk (COVID-19)," ujar Kepala Teknis Pelaksanaan Paguyuban Kesenian Dongkrek Kabupaten Madiun, Walgito kepada detikcom, Minggu (1/8/2021).

Dikatakan Walgito, kesenian Dongkrek merupakan warisan leluhur yang pada tahun 1867 ampuh mengusir pagebluk atau wabah penyakit. Warga masyarakat Madiun meyakini banyaknya orang meninggal dunia hampir bersamaan di Madiun karena COVID-19 yang merupakan pagebluk.

"Karena dahulu dongkrek adalah sarana yang bisa membersihkan pagebluk pada 1867 dan ini tinggal melestarikannya. Semoga COVID-19 segera berlalu," kata Walgito.

Walgito menuturkan tari dongkrek merupakan kesenian asli dari Kabupaten Madiun yang mengisahkan tentang pengusiran roh halus penyebab pagebluk (wabah penyakit). Tradisi kesenian dongkrek ini berupa tarian warga keliling kampung dengan kostum hantu genderuwo dan kakek tua serta topeng wanita cantik.

"Kesenian ini terdiri alat musik berupa gong serta kentongan bambu. Ada yang mengenakan kostum genderuwo sebagai jelmaan roh halus jahat penyebab pagebluk. Berjalan mengikuti pemeran kakek tua keliling kampung. Ini dipercaya mengusir pagebluk zaman dulu," jelas Walgito.

Sedangkan para wanita dengan kostum kebaya dan rambut di sanggul mengenakan topeng wanita cantik mengikuti kakek tua berjenggot keliing kampung.

Diceritakan Walgito, ritual tarian dongkrek pengusir pagebluk dilakukan bertepatan dengan hari kalender Jawa kamus malam Jumat pahing atau malam Jumat legi. Bulan pelaksanaan juga dilakukan mendekati bulan suro.

"Biasanya paling bagus istilah orang Jawa itu Kamis malam Jumat Pahing atau Jumat legi, mendekati bulan suro ini. Keliling kampung sambil juga mengumandangkan selawatan" tuturnya.

Walgito menambahkan kesenian tradisional dongkrak ada hampir di setiap desa di kabupaten Madiun. Diharapkan dengan kegiatan melestarikan budaya kesenian Dongkrek wabah pagebluk COVID-19 segera berlalu.

"Hampir ada di setiap desa dan kita semua berharap pagebluk segera berakhir," tandasnya.

Dalam ritual pengusir pagebluk (COVID-19) ini, iring-iringan puluhan warga dengan beberapa kostum berkeliling kampung di Mejayan Caruban mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB. Empat orang dengan kostum genderuwo dan beberapa wanita dengan topeng cantik mengenakan kebaya dan sanggul di kepala menari dengan luwesnya.

Paling depan adalah dua pria dengan kostum pakaian hitam membawa sesaji dupa diikuti seorang pria berkostum kakek tua berjenggot putih membawa tongkat. Barisan paling belakang terdiri dari pasukan pembawa gamelan.

Saat lewat di jalan persimpangan dua, si wanita menaburkan bunga. Seperti di simpang empat Masjid Jami Al Arifiah di Jalan Panglima Sudirman Caruban.

(iwd/iwd)