Bupati Trenggalek Minta Biaya Perawatan Pasien COVID-19 Rp 1,3 Juta Dikembalikan

Adhar Muttaqien - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 20:23 WIB
bupati arifin
Bupati Arifin saat bertemu dengan Marni, istri Supadi (Foto: Dok. Pemkab Trenggalek)
Trenggalek -

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin meminta maaf terkait kejadian penarikan biaya perawatan terhadap salah satu pasien COVID-19 oleh Puskesmas Dongko. Ia meminta pihak puskesmas mengembalikan seluruh biaya yang sempat ditarik dari pasien atas nama Supadi, warga Desa Siki, Kecamatan Dongko.

"Kami klarifikasi dan minta maaf kepada masyarakat Trenggalek, khususnya keluarga Pak Supadi," kata Bupati Arifin, Kamis (29/7/2021).

Menurut Arifin, langkah Puskesmas Dongko menarik biaya IGD, perawatan, dan swab antigen sebesar Rp 1,3 juta adalah keliru. Sebab pasien yang probable COVID-19 seluruh biaya perawatannya ditanggung oleh pemerintah.

Arifin mengakui terdapat aturan terkait tarif perawatan maupun layanan swab antigen di puskesmas. Namun hal itu tidak bisa serta merta diterapkan kepada seluruh pasien atau masyarakat yang meminta layanan di puskesmas.

Jika masyarakat datang secara pribadi dalam kondisi sehat dan meminta untuk dilakukan swab antigen untuk keperluan perjalanan atau yang lain, bisa dikenakan tarif sesuai perda.

"Sedangkan ini kan mereka itu datang kondisinya sakit, terus kita yang melakukan screening seharusnya ditanggung oleh pemerintah," terang Arifin.

Tak hanya itu, Arifin menyesalkan langkah yang diambil puskesmas yang terkesan hanya menarik namun tidak bertanggung jawab atas status positif antigen yang dialami oleh Supadi.

"Di-screening reaktif. Kalau sudah tahu reaktif dan masyarakat itu minta untuk pulang paksa, ya harusnya puskesmas itu koordinasi dengan satgas di tingkat kecamatan atau di tingkat desa guna lakukan tindakan lebih lanjut," imbuh Arifin.

"Bisa tidak selesai ini COVID-19 di Trenggalek kalau begini penerapannya. Saya mohon bisa dijadikan perhatian untuk semuanya," lanjut Bupati Arifin.

Terkait kasus ini Arifin telah meminta pihak puskesmas untuk mengembalikan seluruh biaya yang telah ditarik dari Supadi. Bupati pun juga sempat berkunjung langsung ke rumah Supadi untuk melakukan klarifikasi dan meminta maaf, namun yang bersangkutan tidak ada di rumah dan hanya ditemui oleh istrinya Marni.

Arifin menambahkan, saat ini kondisi Supadi telah membaik dan tidak ditemukan adanya gejala klinis lanjutan.

"Orang di sekeliling beliau juga tidak ada menunjukkan klaster sampai saat ini," ujar Arifin.

Sebelumnya, sekitar satu bulan yang lalu Supadi sempat menjalani perawatan selama satu hari di Puskesmas Dongko. Saat dilakukan swab antigen, Supadi dinyatakan positif antigen Saat itu Supadi marah dan memilih pulang paksa.

Dalam kasus itu pihak puskesmas membebankan biaya perawatan sebesar Rp 1,3 juta. Karena tak punya uang meski sudah berusaha mencari pinjaman, istri Supadi menggadaikan rumahnya.

(iwd/iwd)