Mantan Napi di Trenggalek Protes soal Pencuri yang Tak Diproses Hukum

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 19:03 WIB
Tiga mantan napi pencurian mempertanyakan proses penegakan hukum yang dijalankan Polres Trenggalek. Sebab, salah satu pelaku hingga kini tak diproses hukum.
Polres Trenggalek/Foto: Adhar Muttaqin

"Yang mengajak saya ya Pak SRT, pelaku lain yang ngajak juga dia,"

Saat itu salah satu rekannya masuk ke dalam rumah korban dengan cara paksa dan berhasil membawa kabur cengkih kering berbobot lebih dari 1 kwintal.

Barang curian itu selanjutnya dijual oleh para pelaku dan hasilnya dibagi kepada enam orang pelaku. Aksi itu akhirnya dilaporkan ke polisi dan lima orang berhasil ditangkap dan diadili.

"Pak SRT setelah kejadian itu ke Kalimantan, kemudian mendengar ada yang ketangkap dia lari ke Malaysia," kata Rudianto.

Dari proses hukum itu, Rudianto dan empat pelaku lain mendapatkan hukuman delapan bulan penjara sedangkan satu pelaku mendapatkan putusan lebih ringan, karena hanya menerima uang. "Saya menjalani pidana delapan bulan," jelasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Tatar Hernawan, mengaku tidak ada pengaduan terkait perkara tersebut. "Sampai sekarang nggak ada (pengaduan) terkait masalah itu. Jadi saya nggak bisa menanggapi," kata Tatar Hernawan.

Di luar persoalan itu, Tatar menjelaskan dalam penanganan setiap perkara pencurian, salah satu kunci yang menjadi pijakan penyidik dalam memproses hukum adalah kesaksian dari korban. Jika, dalam perkara serupa korban tidak melapor, maka pihaknya tidak bisa memproses hukum.

"Karena yang kami periksa adalah korban, dasarnya harus ada korban dulu. Kalau korban tidak berkehendak, tidak menuntut, polisi kan tidak bisa bertindak," jelasnya.


(sun/bdh)