Tempat Isolasi TNI AL di Surabaya Berdaya Tampung 800 Pasien Segera Rampung

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 15:25 WIB
tempat isolasi di jalan opak
KASAL meninjau persiapan tempat isolasi di Jalan Opak (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Jakarta -

TNI AL melalui Lanmar Surabaya menyiapkan gedung untuk merawat pasien COVID-19 dengan gejala ringan. Rencana dalam beberapa minggu ke depan gedung ini bisa digunakan.

KASAL Laksamana TNI Yudo Margono didampingi Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana gedung isolasi pasien COVID-19 yang berada di Mako Lanmar Surabaya yang berada di Jalan Opak No 9, Surabaya.

"Beberapa waktu saya kunjungi untuk tempat isolasi bagi pasien COVID-19. Dan beberapa waktu lalu sudah saya laporkan ke Kemenko Marves dan Panglima TNI dan BNPB juga disetujui bahwa tempat ini akan digunakan untuk isolasi pasien COVID yang bergejala ringan," kata Yudo kepada wartawan di Mako Lanmar Surabaya di Jalan Opak, Kamis (22/7/2021).

Gedung yang digunakan untuk menampung pasien COVID-19 dengan bergejala ringan tersebut, merupakan Gedung Karang Pucung, Lanmar Surabaya dengan luas 3.200 meter persegi. Bangunan tersebut terdiri dari dua lantai.

"Gedung sudah kita siapkan, tadi sudah kita tinjau semuanya. Ini mampu menampung 800 pasien. Tentunya bergejala ringan. Tadi sudah saya tinjau juga RSPAL dr Ramelan. Nanti yang bergejala sedang dan berat kita kirim ke sana. Sehingga tetap nyambung perawatannya antara rumah sakit Ramelan dengan Lanmar sini, Gedung Karang Pucung dari Lanmar sini," ungkap Yudo.

Dengan adanya gedung Karang Pucung di Lanmar Surabaya yang menjadi tempat isolasi bagi pasien COVID-19 ini, Yudo berharap jika jumlah pasien COVID-19 meningkat, bisa ditangani di gedung Karang Pucung, Lanmar Surabaya.

"Jadi ini bukan untuk militer saja. Tapu juga untuk umum. Ya dibuka untuk umum. Sudah kita zonasi tempatnya. Di mana zona merah dan zona hijau. Walupun disini campur dengan kesatrian marinir. Sehingga kita tetap untuk laksanakan isolasi bagi pasien COVID-19," lanjut Yudo.

Kapan tempat isolasi di Gedung Karang Pucung, Lanmar Surabaya bisa digunakan untuk isolasi pasien COVID-19. Yudo memastikan dalam dua minggu ke depan bisa digunakan.

"Dua minggu. Sama dengan RSAL tadi. Dari PUPR di minggu, di sini juga dua minggu. Sehingga RSAL siap untuk penambahan pasien 300 tadi. Di sini sudah siap 800. Ini sudah ada dukungan tempat tidur. Tadi sudah kita liat bersama dari BNPB masih 150, nantinya akan secara bertahap," ungkap Yudo.

"Pada saat yang bersamaan di Dolos, Jakarta. Sehingga bersama-sama di sana kita siapkan tempat isolasi. Surabaya yang ini kita siapkan (di Lanmar Surabaya)" lanjut Yudo.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan yang akan disiapkan di tempat isolasi di Gedung Karang Pucung, Lanmar Surabaya, nantinya dari RSPAL dr Ramelan Surabaya berserta relawan.

"Nanti gabungan dari Ramelan, dari instasi terkait. Dan juga dari stikes relawan-relawan juga sudah ada. Kemarin yang kita libatkan baik di Jakarta maupun Surabaya. Dari Sekolah angkatan laut maupun dari Stikes Hangtuah. Yang selama ini mereka dilibatkan di RSAL untuk vaksinasi," ungkap Yudo.

Sementara itu, terkait membantu dalam ketersediaan oksigen. TNI AL akan menyiapkan KRI Suharso untuk membantu pengisian oksigen.

"Iya ada. Nanti akan kita tinjau. Ternyata di KRI di KRI Suharso itu bisa menghasilkan oksigen. Yang kemarin sudah ditinjau gubernur juga. Bahwa sudah juga membantu melakukan pengisian di rumah sakit Sidoarjo. Nanti akan saya tinjau. Harapan saya nanti bisa membantu masyarakat bisa langsung melakukan pengisian langsung ke KRI," ujar Yudo.

Sedangkan rumah sakit di bawah naungan TNI AL yang tersebar di Indonesia semuanya juga menangani pasien COVID-19. Dan rumah sakit kita sudah tergelar dari Sabang sampai Merauke

"Ini tidak hanya di Surabaya sama Jakarta. Di luar Jawa juga penuh keterisian untuk pasien COVID. Rumah sakit kita sudah tergelar dari Sabang sampai Jayapura. Semuanya rumah sakit-rumah sakit kita untuk merawat pasien COVID," ungkap Yudo.

(iwd/iwd)