TNI AL Siapkan Tempat Isolasi Mampu Tampung 800 Pasien COVID-19 di Surabaya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 13:59 WIB
lanmar siapkan tempat isolasi yang bisa tampung 800 pasien covid-19
Lanmar Surabaya siapkan tempat isolasi yang bisa tampung 800 pasien COVID-19 (Foto: Deny Prastyo Utomol)
Surabaya - Membantu pemerintah dalam percepatan penanganan COVID-19, TNI AL melalui Pangkalan Korps Marinir (Lanmar) Surabaya menyiapkan gedung untuk isolasi pasien COVID-19 di Surabaya. Gedung tersebut nantinya akan berkapasitas 800 bed.

Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono di dampingi Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, serta Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto beserta jajaran meninjau secara langsung kesiapan salah satu gedung yang nantinya akan di gunakan sebagai tempat isolasi pasien COVID-19 di Mako Lanmar Surabaya di Jalan Opak, Surabaya.

"Kami melaksanakan peninjauan kesiapan kita untuk membantu pemerintah menangani makin maraknya COVID-19. Tadi sebelum ke sini, kita ke RSAL, di sana saat ini kita punya tempat tidur 270. Penghuninya sudah 331," kata Heri kepada wartawan usai meninjau gedung di Lanmar Surabaya, di Jalan Opak, Senin (12/7/2021).

"Di sana, kita akan mengembangkan, gedung sebelah itu ada Sekolah angkatan laut, akan kita sulap juga. Insyaallah dalam satu minggu ini, menangani pasien sedang dan berat. Mudah-mudahan bisa menampung sekitar 200. Jadi di area (RSAL) dr Ramelan ada sekitar 470," lanjut Heri.

Sedangkan salah satu gedung seluas 3.200 meter yang terdiri dari 2 lantai yang berada di Mako Lanmar Surabaya tersebut akan direnovasi menjadi tempat isolasi pasien COVID-19 dengan gejala ringan dan OTG.

"Dan sini, Pangkalan Lanmar, Opak ini. Kita akan sulap juga. Insyaallah untuk OTG dan ringan. Mudah-mudahan akan kita siapkan untuk menampung 800 orang. Kami Angkatan Laut melaksanakan perintah bapak presiden bahwa kami harus aktif terlibat dalam penanganan ini, sehingga saya diperintahkan pak Kasal meninjau langsung," lanjut Heri.

Heri menargetkan dalam waktu sekitar satu minggu setengah, proses renovasi gedung yang akan digunakan sebagai ruang isolasi pasien COVID-19 rampung.

"Mudah-mudahan dalam waktu satu minggu setengah lah, ini akan di sulap untuk tempatnya OTG dan tempat (pasien dengan gejala) ringan. Kita akan siapkan tempat bertekanan negatif, tempat tidur yang nyaman, AC dan sebagainya," lanjut Heri.

"Dan insyaallah dalam waktu tidak sampai sebulan ini, Angkatan Laut di Surabaya bisa menambah kapasitas 800 ditambah 200, 1000 (kapasitas). Tim nakes kita siapkan, siswa-siwa perawat akan kita kontrak untuk membantu tenaga kesehatan kita," ungkap Heri.

Sama halnya di Jakarta, gedung yang berada di Mako Lanmar Surabaya di Jalan Opak tersebut, rencananya akan dijadikan rumah sakit lapangan RSAL dr Ramelan.

"Karena jaraknya tidak jauh. Nanti nakesnya dari mereka, administrasinya dari (RSAL) Ramelan," ungkap Heri.

Selain itu, pihaknya akan melakukan peninjauan gedung-gedung yang lain milik TNI AL, jika dimungkinkan akan dilakukan hal yang sama sebagai tempat isolasi.

"Kita juga akan meninjau KRI rumah sakit, KRI Yos Sudarso punya tempat membuat oksigen generator. Yang cukup lumayan, sehari sekitar 2.500 liter. Kan oksigen katanya kurang. Minimal angkatan laut bisa memenuhi kebutuhan oksigen untuk rumah sakit-rumah sakitnya dari alat yang kita punya dari KRI Yos Sudarso," ungkap Heri. (iwd/iwd)