900 Warga Binaan Lapas Banyuwangi Vaksinasi COVID-19

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 12:35 WIB
vaksinasi napi di lapas banyuwangi
Napi di Lapas Banyuwangi divaksin (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Sebanyak 900 warga binaan di Lapas Kelas IIA Banyuwangi mendapatkan vaksinasi COVID-19. Ini sebagai antisipasi penularan COVID-19 di lingkungan Lapas.

Vaksinasi ini merupakan kerjasama antara Satgas COVID-19, Dinas Kesehatan dan Kodim 0825 Banyuwangi. Sejak Kamis pagi (22/7/2021) ratusan warga binaan antre dengan tertib menunggu giliran di vaksinasi. Kegiatan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Kalapas Banyuwangi, Wahyu Indarto mengatakan, total 900 warga binaan Lapas melakukan vaksinasi COVID-19 hari ini. Mereka mendapatkan vaksin Sinovac.

"Total 900-an warga binaan yang kami vaksinasi. Dari jumlah itu sebagian ada yang masih kita pending karena kita mencari kesesuaian NIK," ujarnya kepada detikcom.

Oleh karena itu, pihaknya kemudian menggandeng Dispendukcapil Banyuwangi untuk kembali melakukan pendataan, sebagian warga binaan yang belum memiliki NIK.

"Jika ditemukan akan kita vaksinasi. Tapi kalau tidak, ya kita ikutkan vaksinasi selanjutnya," tambahnya.

Dalam vaksinasi ini, kata Wahyu, untuk vaksinator dilakukan oleh tim Dinas Kesehatan dan Puskesmas sekitar. Sementara vaksin Sinovac yang disuntikkan dari Kodim 0825 Banyuwangi.

Kegiatan ini, kata Wahyu, untuk melindungi warga binaan Lapas Banyuwangi dari penukaran virus corona. Diketahui, beberapa warga binaan sempat tertular COVID-19.

"Ada 4 kemarin. Tapi sekarang sudah sembuh. Tadi sempat juga ada yang menolak di vaksinasi. Tapi setelah kita berikan pemahaman akhirnya mereka mau," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Satgas COVID-19 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto mengatakan, vaksinasi kepada warga binaan Lapas dilakukan karena kondisi Lapas yang rentan dengan penularan COVID-19.

"Memang kalau di dalam Lapas sangat rentan. Karena memang over kapasitas di dalam. Makanya kita berharap ada vaksinasi," imbuhnya.

Vaksinasi untuk warga binaan ini, kata Yuli, sebagai kebijakan perintah dalam melindungi masyarakat Banyuwangi. Dan ini merupakan target pemerintah dalam upaya mencapai herd imunity, dalam penanganan kasus COVID-19.

"Tentu ini menjadi penting bagi masyarakat. Meski mereka di Lapas dan bermasalah, tapi kita secara kemanusiaan memberikan prioritas penanganan kesehatan mereka," pungkasnya.

(iwd/iwd)