Pemakaman Prokes COVID-19 di Surabaya Turun, Sebelumnya 180 Kini 130 per Hari

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 16:41 WIB
wali kota surabaya eri cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Angka kematian COVID-19 di Surabaya per 20 Juli 2021 tercatat hanya 5 orang saja. Namun, untuk kasus kematian yang dimakamkan dengan standar protokol kesehatan masih sekitar 130 orang. Jumlah itu pun menurun selama PPKM darurat dua pekan ini.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan jumlah tersebut sudah menurun hingga sekitar 50 per hari. Dari jumlah sebelumnya sebanyak 180 orang meninggal yang dimakamkan sesuai prokes di Surabaya.

"Kasus kematian dimakamkan sesuai prokes turun. Dari awal 180, 170, sekarang 120-130-an. Jadi menurun 50-an per hari," kata Eri kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (21/7/2021).

Namun jumlah kematian yang dimakamkan secara prokes berbeda dengan data https://lawancovid-19.surabaya.go.id/ per Selasa, 20 Juli 2021 dengan angka kematian COVID-19 bertambah 5. Eri menjelaskan, jika yang ada di dalam lawancovid-19.go.id sudah dinyatakan positif Corona dan masuk data New All Record atau NAR.

"Tapi, warga Surabaya ada yang sakit gak segera periksa, diberikan obat flu. Setelah parah, setelah sesak nafas, ga kuat, baru ke puskesmas, telat ngasih oksigen, akhirnya meninggal dan tidak terdata dalam NAR atau COVID. Karena apa? Karena belum swab dia meninggal dulu," jelasnya.

"Sehingga kenapa angka kematiannya lebih besar, tidak seperti laporan kematian di lawan COVID," tambahnya.

Eri berharap kepada warga Surabaya, jika sudah merasa sedikit sakit, flu, batuk, pilek untuk langsung ke puskesmas dan swab. Karena COVID-19 ini buka aib, tetapi penyakit yang bisa disembuhkan.

"Kalau takut tidak mau diswab karena malu positif COVID, akhirnya Surabaya nambah terus. Kapan ekonominya Surabaya bergerak," ujarnya.

Eri juga mengajak seluruh warga Surabaya, dan seluruh elemen untuk bersemangat tinggi. Terlebih untuk seminggu ke depan harus bekerja sama dan bergotong royong agar kasus COVID-19 turun.

"Surabaya nambah terus. Kapan ekonomi gerak. Ayo bareng Surabaya. Kita punya semangat yang sama. Seminggu ke depan bisa relaksasi, tanggal 26 Juli nanti," pungkas Eri.

(iwd/iwd)