Wali Kota Surabaya Ajak Warga Turunkan Kasus COVID-19 Agar 26 Juli Relaksasi

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 15:14 WIB
PPKM Darurat diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak semua pihak berjibaku menurunkan kasus COVID-19, agar ada pelonggaran pada 26 Juli.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi/Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

PPKM Darurat diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak semua pihak berjibaku menurunkan kasus COVID-19, agar ada pelonggaran pada 26 Juli.

"PPKM Darurat ini kalimatnya bukan PPKM Darurat lagi. Tapi Instruksi Mendagri sama, karena itu dalam waktu 1 minggu ke depan ini kita sampaikan kepada seluruh pejabat pemkot, kita juga akan menyediakan paket sembako yang akan turun. TNI/Polri, kita juga sudah menyiapkan sendiri, dan bagaimana meringankan beban warga Surabaya," kata Eri kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Rabu (21/7/2021).

"Karena sebenarnya dengan kondisi begini berat. Saya sadari berat betul. Kalau ada yang mengatakan ga berat, ga onok. Karena ekonomi tidak berjalan," tambahnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi menyampaikan jika terjadi penurunan kasus COVID-19, maka akan ada relaksasi pada 26 Juli. Eri berharap warga Surabaya semakin semangat mencegah penularan COVID-19.

"Ayo kurang seminggu ini kita berjibaku, saling melengkapi. Saya sudah sampaikan kepada pejabat semuanya, turun, cek teman-teman sentra kuliner, PKL, warkop, semuanya, cek. Kalau itu memang punya warga Surabaya, ya kita akan bantu sembako. Sehingga untuk menunggu 1 minggu ke depan ini bisa turun (kasus COVID-19). Sehingga kami bisa melakukan relaksasi tanggal 26 (Juli). Seperti yang lalu-lalu, saya bisa buka mal, saya bisa buka sampai jam 10 malam untuk warkop," jelasnya.

Saat ini Surabaya menjadi zona merah COVID-19. "Mau tidak mau kita tidak punya pilihan. Karena yang menentukan sudah Surabaya level 4 PPKM Darurat itu negara yang menentukan. Bukan lagi wali kotanya. Itu sudah perintah," ujarnya.

Eri menjelaskan, penanganan level 4 sama dengan Inmendagri. Jam operasional hanya sampai pukul 20.00 WIB dan dengan prokes ketat. Contohnya, tempat makan.

"Monggo semuanya yang berjualan bisa tetap jualan, tapi jangan makan di tempat. Terus pakai masker. Sehingga kalau sudah berkurang, minggu depan bisa melakukan relaksasi makan di tempat 30 persen. Kalau ekonomi ingin jalan, angka sakit juga harus turun," urainya.

Eri juga mengatakan, Presiden sudah menyampaikan secara humanis. Seperti bagaimana bantuan ke masyarakat dilakukan dan Pemkot Surabaya akan menjalankan semuanya.

"Dan saya berharap 1 minggu ke depan, mohon doanya warga Surabaya dengan langkah kita, minggu depan perekonomian sudah harus bisa berjalan dengan relaksasi yang akan kita lakukan untuk seluruh usaha di Kota Surabaya," pungkasnya.

(sun/bdh)