H-2 Idul Adha, Arus Kendaraan di Suramadu Terpantau Normal

Faiq Azmi - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 21:37 WIB
Di Jawa Timur ada istilah toron saat Hari Raya Idul Adha, atau mudik ke kampung halaman. Pada H-2 ini, mulai tampak beberapa pengendara yang toron ke Madura.
Gerbang Jembatan Suramadu/Foto: Faiq Azmi/detikcom
Surabaya -

Di Jawa Timur ada istilah toron saat Hari Raya Idul Adha, atau mudik ke kampung halaman. Pada H-2 Idul Adha 2021, mulai tampak beberapa pengendara yang toron ke Madura.

Pantauan detikcom mulai pukul 15.00-17.30 WIB, lalu lintas di sekitar gerbang Jembatan Suramadu arah Bangkalan masih normal. Bahkan di jalur roda 4, hanya sedikit mobil yang melintas.

Sementara di jalur roda dua, tampak beberapa pengendara yang mudik Idul Adha atau toron. Mereka tampak membawa sejumlah barang.

Warga yang hendak toron melintas tanpa hambatan menuju Jembatan Suramadu. Meski ada papan penyekatan, namun tidak ada aparat yang berjaga di lokasi.

Salah seorang pengendara, Salim mengatakan hendak menuju Sampang. Ia bersama istri dan anaknya mudik Idul Adha atau toron menggunakan kendaraan roda dua.

"Biasanya H-1 baru berangkat, tapi antisipasi sekarang saja berangkat," ujarnya, Minggu (18/7/2021).

Salim mengaku tidak membawa surat negatif COVID-19. Menurutnya, belum ada larangan toron untuk saat ini.

"Setahu saya gak ada larangan toron. Ya kalau di jalan ada swab ya dilakukan saja, kita yakin sehat," ungkapnya.

Pengendara lainnya, Ridwan juga mengaku hendak toron. Ia hendak menuju Sampang. Menurutnya, toron sudah tradisi turun temurun sejak dahulu, dan selalu rutin dilakukan.

"Rasanya gak lengkap kalau gak toron, momen Idul Adha, kita pulang kampung. Kemarin mudik sudah dilarang, sekarang toron kan gak dilarang," terangnya.

Seorang pedagang di sekitar gerbang Suramadu, Rosi mengatakan, toron hari ini masih sepi. Menurutnya, lalu lintas toron akan terlihat ramai pada H-1 Idul Adha.

"H-1 itu biasanya ramenya. Bisa nanti subuh, atau besok sore jelang magrib. Sebenarnya kemarin sore lumayan rame sudah, soalnya banyak yang antisipasi penyekatan kalau berangkatnya mepet," ungkap pedagang yang berjualan sejak 10 tahun lalu itu.

(sun/bdh)