Pakar Sarankan Optimalisasi PPKM Darurat Jelang Toron Idul Adha

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 18:06 WIB
Pakar Kebijakan Publik Universitas Airlangga (Unair), Gitadi Tegas Supramudyo
Pakar Kebijakan Publik Unair, Gitadi Tegas Supramudyo (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Selain Idul Fitri, tradisi mudik atau toron juga dilakukan menjelang Idul Adha. Momentum Hari Raya Idul Adha pekan depan juga menjadi antisipasi saat kasus COVID-19 sedang meningkat. Saat ini, salah satu cara menekan lajur penyebaran Corona, pemerintah memberlakukan PPKM Darurat Jawa dan Bali.

Dalam kondisi seperti ini, akhirnya mengharuskan pemerintah mengeluarkan kebijakan tertentu agar tidak memperparah kondisi pandemi. Pakar Kebijakan Publik Unair, Gitadi Tegas Supramudyo menyarankan optimalisasi dari kebijakan yang telah ada.

"Dalam PPKM Jawa-Bali sudah terdapat aturan pembatasan yg pada dasarnya mengurangi mobilitas masyarakat, sehingga yang dibutuhkan dalam konteks Idul Adha adalah mengoptimalkan implementasi dari kebijakan dan aturan-aturan PPKM mikro," kata Gitandi, Rabu (14/7/2021).

Gitandi juga menganjurkan adanya keterlibatan komunitas yang lebih kecil. Seperti RT/RW, perkantoran hingga institusi.

"Menurut saya perlu dibenahi untuk menurunkan implementasi dari sekedar kebijakan besar yang abstrak menjadi tingkat yang lebih kecil. Misalnya di tingkatan komunitas-komunitas lebih kecil seperti RT/RW, kampus, kantor, dan institusi," jelasnya.

Dosen FISIP Unair juga mencontohkan, seseorang yang hendak atau sudah mudik, komunitas kecil akan mengingatkan masyarakat tidak mudik atau isolasi mandiri selekas mudik. Selain itu, juga mengurangi mobilitas melalui penutupan jalur-jalur kecil. Hal ini juga dibutuhkan kerja sama dari komunitas lokal.

Meski telah berusaha mengurangi mobilitas masyarakat, Gitandi juga menyarankan pemerintah tetap mengantisipasi adanya masyarakat yang lolos untuk mudik saat Idul Adha. Hal ini tentunya berkaca pada pengalaman sebelumnya, yakni saat Idul Fitri.

"Pasti ada yang lolos karena tidak mungkin menutup semua jalan. Sehingga dibutuhkan antisipasi dalam hal ini," tegasnya. .

Menurutnya, kemungkinan pencegahan penularan virus Corona di tempat tujuan dapat melalui adanya lokasi pemberhentian yang diawasi oleh satgas. "Jadi, ada baiknya di tempat tujuan mudik disediakan swab antigen, PCR, atau tempat isolasi yang sekiranya relatif masih bisa dijalankan untuk mengantisipasi penyebaran virus COVID-19," pungkasnya.

Simak juga video 'Ada Andil Ma'ruf Soal Aturan Masjid Tetap Buka Saat PPKM Darurat':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)