Pernikahan Ini Gelar Ritual Adat Jawa Meski Dibatasi PPKM Darurat

Pernikahan Ini Gelar Ritual Adat Jawa Meski Dibatasi PPKM Darurat

Sugeng Harianto - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 18:59 WIB
Warga Madiun ini tetap menggelar ritual adat Jawa dalam pernikanan. Namun ritual hanya diikuti 6 orang karena masih PPKM Darurat.
Pernikahan di Madiun/Foto: Istimewa
Madiun - Warga Madiun ini tetap menggelar ritual adat Jawa dalam pernikahan. Namun ritual hanya diikuti 6 orang karena masih PPKM Darurat.

Mereka yakni pasangan Sutrisno (63) dan Hari Karnaeni (59) warga Desa Babadan, Kecamatan Balerejo. Mereka menikahkan anak perempuannya.

Pernikahan dengan adat Jawa Temu Temanten berlangsung kilat. "Kami menikahkan putri bungsu kami dan nenek moyang kami memang Jawa selalu ada yang sakral setiap pernikahan. Meski kilat hanya 15 menit," ujar Hari Karnaeni saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (18/7/2021).

Ia yang biasa disapa Eni mengatakan, putrinya yang bernama Trisia (25) dinikahi oleh Mahfud (27) yang berasal dari desa tetangga. Prosesi adat Jawa yang dilakukan dalam pernikahan, yakni Temu Temanten.

"Adat Temu Temanten berlangsung kilat, yakni mempelai wanita berdiri di bawah tarub (hiasan janur kuning di depan pintu masuk rumah) menyambut kedatangan mempelai pria dengan memberi minum. Kemudian membasuh kaki dengan air bunga," kata Eny.

Eni mengaku, mempelai wanita didampingi kedua orang tua. Kemudian besan atau orang tua mempelai pria ikut mendampingi putranya.

"Jadi hanya besan mempelai dan kami ortu mempelai wanitanya yang dipandu sesepuh desa. Mempelai pria hanya mengenakan jas dan mempelai wanita dengan gaun pengantin gamis," paparnya.

Sementara Sutrisno menjelaskan, sebelum dilakukan prosesi adat Temu Temanten, dilangsungkan ijab kabul di kantor desa. "Jadi masa PPKM Darurat ini kami menyadari di tengah pandemi COVID-19. Makanya di samping alasan PPKM tidak saya libatkan Pak Naib memang kami sengaja ingin menikahkan sendiri anak saya," kata Sutrisno.

Sutrisno menambahkan, dalam acara pernikahan putrinya, pihaknya tidak menyebar undangan sama sekali. "Kita tidak menyebarkan undangan, memang sengaja seiring masih pandemi COVID-19 ini. Yang penting kami sudah menikahkan dan ada prosesi adat Jawa Temu Temanten dengan khidmat disertai doa-doa Islami," pungkasnya.

Simak juga 'Viral Video Pernikahan di Dalam Bus, Biar Nggak Dibubarin?':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)

Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
Selengkapnya
Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Ajang penghargaan persembahan detikcom bersama Polri kepada sosok polisi teladan. Baca beragam kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini.