Pengantar Jenazah yang Arogan Meresahkan Warga Sekitar TPU Keputih Surabaya

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 20:30 WIB
pada Rabu (14/7) malam dipasang banner di pintu masuk Kelurahan Keputih. Dalam banner tersebut, warga meminta semua mobil jenazah mematikan sirine saat melintas di Keputih, dan para pengantar jenazah tidak arogan.
Banner di pintu masuk Kelurahan Keputih/Foto file: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya -

Warga sekitar TPU Keputih tidak hanya merasa terganggu dengan sirine mobil jenazah. Pengantar jenazah yang arogan juga meresahkan mereka.

Ketua LPMK Keputih, Indi Nuroani mengatakan, suara sirine mobil jenazah menimbulkan dampak psikologis bagi warga. Terlebih dalam satu hari, TPU Keputih bisa menerima 50 mobil jenazah.

"Sekarang kita tahu angka kematian tertinggi di Jatim ada di Surabaya. Sehingga jumlah jenazah yang dimakamkan di kampung kami, di Keputih ini luar biasa banyak. Dalam satu hari bisa lebih dari 50 jenazah. Sehingga, tentu ini membawa dampak. Dampak psikologis terutama bagi warga Keputih terkait suara sirine dari mobil jenazah yang melintas di kampung kami ini," kata Indi kepada wartawan, Kamis (15/7/2021).

Indi juga mengatakan, warga merasa resah dengan suara sirine mobil jenazah. Terutama saat malam hari.

"Karena mobil jenazah ini tidak ada jamnya, mulai pagi sampai pagi lagi. Terutama pada saat malam hari, sirinenya benar-benar meresahkan warga sini," ujarnya.

"Kami tidak mempersoalkan jenazah COVID-19 yang dimakamkan di tempat kami. Ini kebutuhan semua. Tapi suara sirine mobil jenazah yang sangat mengganggu," tambahnya.

Selain itu, ia juga menyoroti soal arogansi pengantar jenazah yang meresahkan warga. Sebab, pengantar jenazah yang mengendarai motor ada yang tidak memakai helm, berboncengan tiga, dan sering kali berbuat arogan.

"Bahkan tidak jarang warga kami mengadu sampai dipukul, dipepet sampai jatuh. Itu banyak sekali terjadi. Bahkan, saya sendiri juga pernah mengalami. Mobil saya dipepet, dipukul-pukul pakai tongkat bendera palang merah. Itu sering kali terjadi seperti itu. Sehingga sangat meresahkan," jelasnya.

Oleh karena itu, LPMK dengan ormas di Keputih seperti Muhammadiyah, Ansor, Banser, dan lainnya sepakat membuat imbauan secara tertulis di banner. Kemudian dipasang di beberapa titik. Itu agar menjadi perhatian para pengemudi mobil jenazah dan pengantar jenazah.

"Agar mereka lebih sopan ketika di jalan, agar suara sirine mobil jenazah itu tidak dibunyikan lagi. Karena ini jalan kampung bukan jalan besar, terutama kalau malam dan tidak ada kemacetan. Sehingga urgency menyalakan sirine saya rasa tidak diperlukan, cukup melintas saja, tidak ada yang terganggu, masyarakat tidak terganggu, sama-sama enak dan mudah-mudahan pandemi segera berakhir dan kita bisa hidup normal," pungkasnya.

Simak juga video 'China Tanggapi soal Vaksin Sinovac yang Dipertanyakan Efektivitasnya':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)