Warga Jatim Diimbau Tak Gelar Tradisi Toron Idul Adha

Amir Baihaqi - detikNews
Minggu, 11 Jul 2021 20:08 WIB
Warga Jatim diimbau tidak menggelar tradisi toron atau mudik ke Madura pada Hari Raya Idul Adha. Imbauan itu disampaikan Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta.
Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta/Foto: Amir Baihaqi/detikcom
Surabaya -

Warga Jatim diimbau tidak menggelar tradisi toron atau mudik ke Madura pada Hari Raya Idul Adha. Imbauan itu disampaikan Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta.

Imbauan itu ia sampaikan karena kasus COVID-19 di Jatim masih tinggi. "Kita sampaikan tolong jangan laksanakan budaya ini dulu. Sebulan dua bulan kita harus sabar menghadapi COVID ini," imbau Nico, Minggu (11/7/2021).

Tak hanya itu, lanjut Nico, pihaknya juga telah memohon kepada alim ulama agar turut mengimbau untuk tidak melaksanakan budaya toron. Ia kemudian mengajak agar seluruh elemen masyarakat bersatu melawan pandemi COVID-19, yang saat ini kasusnya masih tinggi.

"Kami juga memohon kepada alim ulama terkait masalah Idul Adha atau budaya toron," tutur Nico.

"Ayo masyarakat bersatu, ayo pengusaha bersatu. Karena musuh kita tidak kelihatan. Senjata utama kita ayo memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi kegiatan," imbuh Nico.

Sebelumnya, pemerintah selesai menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 Zulhijah 1442 H. Hasilnya, Idul Adha atau 10 Zulhijah 1442 H jatuh pada 20 Juli 2021. Keputusan itu disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di kantor Kementerian Agama RI.

"Hilal terlihat atau teramati, sehingga 1 Zulhijah ditetapkan jatuh pada Ahad, 11 Juli 2021 Masehi. Dengan begitu, Hari Raya Idul Adha jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021 Masehi," ucap Yaqut dalam keterangan persnya, Sabtu (10/7/2021).

(sun/bdh)