Dua Anak yang Curi 'Pocong' di Lamongan Dikembalikan ke Orang Tuanya

Eko Sudjarwo - detikNews
Sabtu, 10 Jul 2021 18:12 WIB
Polisi mengungkap kasus pencurian pocong di Alun-alun Lamongan. Polisi menangkap 4 pelaku dan 2 di antaranya masih anak-anak.
Barang bukti boneka pocong/Foto: Eko Sudjarwo/detikcom
Lamongan -

Dua dari empat pelaku pencurian 'pocong' di Lamongan masih di bawah umur. Dua anak ini mengaku hanya ikut-ikutan mencuri, meniru pelaku sebelumnya.

Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana mengatakan, dua pelaku anak ini diamankan anggota Satreskrim saat akan mengembalikan 'pocong' yang dicuri. "Pelaku anak berhasil diamankan di TKP pojok barat Alun-alun Lamongan," katanya saat konferensi pers di Mapolres Lamongan, Sabtu (10/7/2021).

Dalam pengakuannya, ungkap Miko, pelaku anak dengan inisial ACF dan FK mendatangi tempat manekin pocong dengan niat awal hanya untuk berswafoto. Namun setelah mengetahui ada dua pelaku dewasa membawa pergi 'pocong' tersebut, akhirnya FK mengajak ACF untuk membawa pulang manekin pocong lainnya.

"Pelaku yang masih anak-anak ini berniat untuk mengembalikan boneka pocong tersebut ke tempat semula. Namun pada saat di perjalanan, anggota Satreskrim dan Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan menghentikan mereka," terang Miko.

Kedua pelaku yang masih anak-anak, Miko menegaskan, telah dimintai keterangan di Mapolres Lamongan. Kedua anak tersebut diserahkan kepada keluarganya masing-masing.

"Menurut pengakuan pelaku anak, mereka mengetahui berita viral di media sosial bahwa pelaku dewasa telah tertangkap dan diamankan di Polres Lamongan. Sehingga pada Sabtu pagi, mereka mau mengembalikan manekin tersebut," imbuhnya.

Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Yoan Septi Hendri menambahkan, selain mengamankan para pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Barang bukti tersebut di antaranya boneka pocong dan motor warna putih yang dipakai pelaku.

"Boneka atau manekin pocong ini sebenarnya digunakan sebagai media informasi imbauan pandemi COVID-19, agar masyarakat waspada dan taat protokol kesehatan," pungkasnya.

(sun/bdh)