Pocong-pocongan di Alun-alun Lamongan Dicuri Orang

Eko Sudjarwo - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 14:05 WIB
Bukannya di rumah saja selama PPKM Darurat, dua pria ini malah nekat mencuri pocong-pocongan yang ada di alun-alun. Aksi pencurian itu tertangkap kamera CCTV.
Saat pria nekat mencuri pocong-pocongan di Alun-alun Lamongan/Foto: Tangkapan Layar
Lamongan - Bukannya di rumah saja selama PPKM Darurat, pria ini malah nekat mencuri pocong-pocongan yang ada di Alun-alun Lamongan. Aksi pencurian itu tertangkap kamera CCTV.

Aksi pencuri pocong-pocongan itu terekam kamera CCTV milik Dishub Lamongan. Lalu videonya diunggah oleh Instagram @lantas.lamongan dengan judul Ada Maling 'Pocong' di Lamongan.

Dalam video berdurasi 23 detik tersebut, tampak seorang pria berpakaian hitam dan mengenakan masker. Ia melompat dari pagar pembatas jalan di Alun-alun Lamongan, sambil membawa lari pocong-pocongan.

"Seorang pria tertangkap kamera CCTV mengambil manekin 'pocong' di Alun-alun Lamongan yang digunakan sebagai sarana imbauan pencegahan penyebaran COVID-19. Belum diketahui identitas dan maksud tujuan mengambil manekin tersebut," tulis akun @lantas.lamongan dalam unggahannya.

Kasat Lantas Polres Lamongan AKP Fybrien Senja Indah Lestari membenarkan soal hilangnya pocong-pocongan itu. Pihaknya belum mengetahui identitas dan motif pelaku.

"Iya benar Mas," kata Fybrien saat dikonfirmasi, Jumat (9/7/2021).

Fybrien mengungkapkan, 3 pocong-pocongan di pojok barat dekat bianglala Alun-alun Lamongan itu dibuat untuk sarana edukasi pada warga. Pocong-pocongan dan juga keranda itu sengaja dipasang Polres Lamongan untuk mengkampanyekan betapa bahayanya COVID-19.

"Ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi ini untuk menyadarkan masyarakat, karena kondisi pandemi saat ini," ujar Fybrien.

Keberadaan pocong-pocongan tersebut, terang Fybrien, ibarat sebuah cerminan bahwa COVID-19 dapat merenggut nyawa seseorang, yang tidak waspada dan abai terhadap protokol kesehatan (prokes). Fybrien berharap pocong-pocongan tersebut bisa menjadi sarana kampanye yang efektif, dan membuat masyarakat sadar betapa pentingnya prokes untuk mencegah penularan COVID-19.

"Ini sebagai pengingat saja, agar masyarakat sadar untuk menaati prokes dan peraturan selama PPKM Darurat dan di sini kan dekat pasar, sehingga bisa dilihat banyak orang. Semoga masyarakat sadar, taati prokes, jangan berkerumun," terang Fybrien.

Sebagai gambaran, awalnya di Alun-alun Lamongan ada 3 pocong-pocongan. Di sekitar pocong-pocongan juga terdapat 3 keranda mayat yang bertuliskan 'Mati Karena Corona' dan terdapat baliho berukuran besar yang bertuliskan '61.140 Orang Meninggal Karena COVID-19 di Indonesia, Mau Gabung?'. (sun/bdh)