Ini Target Vaksinasi dan Tes Antigen Saat PPKM Darurat di Trenggalek

Ini Target Vaksinasi dan Tes Antigen Saat PPKM Darurat di Trenggalek

Adhar Muttaqien - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 16:55 WIB
vaksinasi di trenggalek
Trenggalek targetkan vaksinasi 12 ribu sasaran per hari selama PPKM darurat (Foto: Adhar Muttaqien)
Trenggalek - Selama PPKM darurat, Pemkab Trenggalek menggencarkan program vaksinasi dengan target 12 ribu sasaran setiap hari. Pemeriksaan tes antigen terhadap seribu warga per hari juga menjadi target.

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin mengatakan vaksinasi massal itu dilakukan secara berkelanjutan di 14 kecamatan dengan melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk kepolisian dan TNI.

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan dengan sistem jemput bola di masing-masing desa, serta dilaksakan di sejumlah fasilitas kesehatan.

"Ini kami sedang keliling di beberapa desa untuk memastikan program vaksin berjalan dengan baik," kata M Nur Arifin saat meninjau vaksinasi di Desa Melis, Kecamatan Gandusari, Senin (5/7/2021).

vaksinasi di trenggalekPemkab Trenggalek juga targetkan swab antigen 1.000 orang per hari (Foto: Adhar Muttaqien)

Menurut Arifin, percepatan vaksinasi COVID-19 ini sengaja dilakukan agar segera tercipta kekebalan komunitas atau herd immunity di wilayah Trenggalek. Dengan kekebalan komunitas maka tingkat risiko akibat penularan virus Corona dapat ditekan semaksimal mungkin.

Bupati mengaku target vaksinasi tersebut tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah, namun dibutuhkan kerjasama yang baik dengan kementerian kesehatan, selaku penyedia vaksin.

Selain vaksinasi, pihaknya juga menggencarkan pelacakan terhadap warga yang terpapar virus Corona. Sistem pelacakan dilakukan melalui metode tes usap antigen.

"Untuk antigen, kami targetkan 1.000 per hari, dengan demikian tracing terhadap masyarakat Trenggalek bisa lebih efektif," ujarnya.

Dijelaskan Arifin, jika dalam pemeriksaan tes usap antigen tersebut ditemukan warga yang positif, maka akan diambil langkah lanjutan dengan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).

"Kalau positif maka dilakukan karantina, sesuai dengan standar dari Kementerian Kesehatan," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek Saeroni, mengatakan untuk program vaksinasi massal tersebut pihaknya sempat menemukan kendala, karena menyangkut ketersediaan vaksin. Mengingat jumlah vaksin yang dikirim oleh pemerintah pusat sangat terbatas.

"Seperti hari ini, di gudang farmasi hampir habis, tinggal 46 vial. Tapi hari ini akan datang lagi, nanti itu yang akan kami gunakan untuk kelanjutan program vaksinasi," kata Saeroni.

Pihaknya mengaku untuk percepatan vaksinasi COVID-19, pihaknya biasanya segera mendistribusikan vaksin dari gudang farmasi ke masing-masing puskemas. "Sedangkan untuk vaksinasi tim puskesmas yang mendekatkan diri ke masyarakat dengan turun ke desa-desa," jelas Saeroni. (iwd/iwd)