Warga Tetap Datangi Alun-alun Trenggalek Meski Ditutup Selama PPKM Darurat

Adhar Muttaqien - detikNews
Minggu, 04 Jul 2021 16:20 WIB
taman akun-alun di Trenggalek masih ramai dikunjungi warga
Anak-anak masih bermain di taman alun-alun Trenggalek (Foto: Adhar Muttaqien)
Trenggalek -

Meskipun pemerintah telah menerapkan PPKM darurat, namun sejumlah warga Trenggalek masih membandel. Warga masih nekat berkunjung ke taman alun-alun meski statusnya sedang ditutup.

Dari pantauan detik.com, salah satu spot yang ramai dikunjungi adalah wahana bermain anak-anak berupa perosotan dan ayunan. Bahkan sebagian anak-anak tersebut tidak memakai masker.

Terkait kondisi itu Kepala Satpol PP Trenggalek Triadi Atmono, menegaskan selama PPKM darurat, kawasan alun-alun saat ini ditutup untuk umum. Hal serupa juga dilakukan terhadap seluruh destinasi wisata di Trenggalek.

Menurutnya, satgas COVID-19 telah terjun langsung untuk melakukan sosialisasi dan mengingatkan kepada pengunjung alun-alun agar mematuhi PPKM darurat dan segera pulang dari kawasan tersebut.

taman akun-alun di Trenggalek masih ramai dikunjungi wargaTaman alun-alun di Trenggalek masih ramai dikunjungi warga (Foto: Adhar Muttaqien)

"Alun-alun ditutup sementara, fasilitas umum, tempat olahraga, objek wisata, tempat-tempat kerumunan ditutup," kata Triadi, Minggu (4/7/2021).

Bahkan menurutnya, untuk mengurangi warga yang berkunjung ke alun-alun kota, Satgas COVID-19 Trenggalek menutup total sejumlah jalur di sekitarnya pada sore hingga malam hari.

Triadi menambahkan selain kawasan pusat kota, tim gabungan kepolisian, TNI dan instansi Pemkab Trenggalek juga berkeliling ke sejumlah destinasi wisata di pesisir selatan.

Pihaknya berharap masyarakat dapat memahami dan mematuhi aturan pemerintah terkait PPKM darurat, sehingga tingkat penyebaran virus Corona di Trenggalek dapat terkendali secara maksimal.

"Kami harap masyarakat dan seluruh komponen yang ada bisa memahami, demi kebaikan bersama," jelasnya.

Meskipun dilakukan PPKM darurat, pemerintah masih mengizinkan sejumlah kegiatan ekonomian masyarakat, seperti warung makan, kafe maupun restoran. Namun pembeli tidak boleh makan di tempat.

"Harus take away atau dibawa pulang langsung," tandas Triadi.

Simak juga 'Bandel! Masih Ada Kantor-Warung Makan Langgar PPKM Darurat di Semarang':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)