Jelang PPKM Darurat, Penutupan Makam Bung Karno Diperpanjang

Erliana Riady - detikNews
Jumat, 02 Jul 2021 11:37 WIB
Kota Blitar termasuk daerah yang akan melaksanakan PPKM Darurat. Sambil menunggu Perwali terbit, penutupan kawasan wisata Makam Bung Karno (MBK) diperpanjang.
Kawasan wisata Makam Bung Karno (MBK)/Foto: Erliana Riady/detikcom
Blitar -

Kota Blitar termasuk daerah yang akan melaksanakan PPKM Darurat. Sambil menunggu Perwali terbit, penutupan kawasan wisata Makam Bung Karno (MBK) diperpanjang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar Tri Iman Prasetyono mengatakan, untuk sementara perpanjangan penutupan tempat wisata masih dilakukan pada wisata Makam Bung Karno (MBK) dan Istana Gebang. Sedangkan untuk sejumlah wisata lainnya masih menunggu surat edaran (SE) dari Wali Kota Blitar.

"Sementara untuk MBK dan Istana Gebang masih tetap ditutup dulu. Ini juga sambil menunggu SE dari Pemkot Blitar, untuk kebijakan lebih lanjutnya seperti apa," kata Tri saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (2/7/2021).

Penutupan tempat wisata dilakukan, imbuh Tri, sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Selain itu, Kota Blitar juga masuk dalam kategori daerah yang harus menerapkan kebijakan PPKM Darurat oleh pemerintah pusat. Pelaksanaan PPKM Darurat mulai tanggal 3 hingga 20 Juli mendatang. Hal ini menjadi pertimbangan penutupan sejumlah tempat wisata.

"Penutupannya dengan pertimbangan sudah ada warning bahwa Kota Blitar masuk dalam PPKM Darurat. Jadi harus ditutup sementara untuk pencegahan," imbuhnya.

Sebelumnya, Pemkot Blitar telah menutup sementara wisata Makam Bung Karno dan Istana Gebang selama tiga hari. Yakni mulai Senin (28/6) sampai Rabu (30/6). Penutupan sementara itu sebagai upaya mencegah dan mengendalikan kasus COVID-19 di Kota Blitar.

Seharusnya, wisata MBK dan Istana Gebang sudah buka kembali mulai Kamis (1/7). Namun, karena ada penerapan PPKM Darurat, maka Pemkot Blitar harus kembali memperpanjang penutupan wisata Makam Bung Karno dan Istana Gebang.

"Kami belum tahu kapan dibuka lagi, kami menunggu surat edaran wali kota. Buka dan tutupnya mengikuti surat edaran wali kota," jelasnya.

Perpanjangan penutupan tempat wisata tidak memunculkan keluhan para pedagang di kawasan wisata sejarah tersebut. Mereka justru mendukung kebijakan ini, agar kondisi secepatnya kembali normal dan mereka bisa mendapatkan penghasilan.