Kejari Surabaya Pulihkan Nama Baik 2 Mantan Anggota Bawaslu Jatim

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 17:43 WIB
kejari surabaya
Foto: Amir Baihaqi
Surabaya -

Kejari Surabaya melakukan eksekusi putusan kasasi pemulihan nama baik terhadap dua mantan anggota Bawaslu Jatim. Mereka adalah Sufyanto (ketua) dan Sri Sugeng Pujiatmoko (anggota).

Pemulihan nama baik itu berdasarkan putusan kasasi nomor 644K/Pid.Sus/2019. Sebab, kasasi yang dilayangkan Kejari Surabaya di Mahkamah Agung (MA) telah ditolak. Kasasi itu dilayangkan karena sebelumnya hakim Tipikor telah memvonis ketiga anggota Bawaslu Jatim itu bebas.

Pelaksanaan eksekusi putusan kasasi MA dibacakan oleh Kasi Pidsus Kejari Surabaya Ari Prasetya Panca Atmaja. Turut hadir langsung juga Sufyanto dan Sri Sugeng Pujiatmoko serta pengacaranya yakni Suryono Pane.

"Eksekusi atas putusan kasasi kepada saudara Sufyanto dan Sri Sugeng Pujiatmiko telah kami laksanakan hari ini," kata Ari, Rabu (30/6/2021).

Menurut Ari, eksekusi putusan kasasi itu juga diikuti dengan pengembalian barang bukti perkara saat proses penyidikan. Adapun jumlahnya yakni Rp 76 juta.

"Barang bukti uang senilai 76 juta juga sudah kita serahkan ke saudara Sufyanto dan telah ditandatangani dalam berita acara," terang Ari.

Suryono Pane, pengacara Sufyanto dan Sri Sugeng Pujiatmoko usai pelaksanaan eksekusi telah mengaku lega. Sebab, eksekusi ini merupakan permintaan kliennya. Hal itu dikarenakan sejak putusan kasasi keluar, pihak kejaksaan tidak ada inisiatif melakukan eksekusi.

"Memang tidak ada inisiatif dari Kejaksaan. Dua Minggu yang lalu kami ajukan dan baru terlaksana hari ini," tegas Suryono.

Suryono melanjutkan, dengan pelaksanaan eksekusi putusan MA ini, maka nama baik kliennya telah pulih kembali. Meski begitu pihaknya tidak akan mengambil jalur hukum terhadap Polda Jatim dan Kejari yang menangani perkara kliennya tersebut.

"Kami bisa melakukan tindakan hukum atas putusan bebas ini. Tapi karena negara sedang susah, beliau-beliau ini sudah mengikhlaskannya, tidak menuntut Polda Jatim maupun Kejari Surabaya," beber Suryono.

Sebelumnya, ketiga terdakwa didakwa melakukan korupsi dana hibah Pilgub Jatim Tahun 2013. Sufyanto-Ketua Bawaslu Jatim merugikan negara Rp 76 juta. Andreas Pardede (anggota) Rp 71,5 juta dan Sri Sugeng Pujiatmiko (anggota) Rp 76 juta. Ketiganya sudah menjalani hukuman penjara selama 141 hari.

Namun berdasarkan keputusan majelis hakim (Unggul Warso, Samhadi, Sangadi), pada Jumat (2/12/2016) memutuskan ketiga terdakwa bebas, karena tidak ada kerugian negara dan dipulihkan harkat martabatnya.

Dengan dipulihkan nama baik, kedudukan, harkat dan martabatnya, Suryono Pane berharap agar Sufyanto dan Sri Sugeng Pujiatmiko bisa kembali berkiprah di dunia Pemilu. Menurutnya, keduanya merupakan tokoh nasional yang memiliki kemampuan dalam hal pengawasan pelaksanaan pemilu oleh KPU Jawa Timur.

"Mereka adalah pendekar pemilu yang kemampuannya masih dibutuhkan oleh masyarakat di Jawa Timur," pungkasnya.

(iwd/iwd)