RS di Surabaya Curhat ke Wali Kota Eri Soal Keterisian Bed COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 19:41 WIB
wali kota surabaya eri cahyadi
Saat Wali Kota Eri dicurhati sejumlah Direktur RS di Surabaya (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

BOR RS yang merawat pasien COVID-19 di Surabaya saat ini sudah 100%, bahkan IGD RS William Booth sampai lockdown karena overload. Beberapa RS lainnya pun mengeluhkan kapasitas yang full kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Salah satunya adalah Dirut RS Premiere, dr Hartono yang menyampaikan kondisi RS-nya saat ini. Hartono menjelaskan bahwa bed ICU sudah penuh, bahkan beberapa pasien masih antre di IGD.

"Ada 7 antre IGD. Daftar (pasien) rawat jalan antre panjang. IGD nggak ditutup karena bisa dilayani tapi sekarang sudah full. Terutama rawat inap dan ICU COVID-19," kata Hartono di RSIS Ahmad Yani, Selasa (29/6/2021).

Hartono mengatakan ventilator juga penuh terpakai. Untuk pasien yang ringan akan tetap dilayani, tetapi dianjurkan rawat jalan. Namun bila keadaannya tidak memungkinkan, maka dibawa ke IGD.

"Jadi yang gawat di IGD sampai dapat ruang isolasi. Sambil menunggu tetap dirawat. IGD ada 7 untuk isolasi COVID-19. Kadang sampai 10," keluhnya.

Dirut RSIS Ahmad Yani, dr Dodo Anando MPh juga mengeluhkan tentang rumah sakit yang ditanganinya. Dodo menjelaskan bahwa pihaknya sempat senang karena BOR sempat turun hingga angka 40%.

"Tapi kini, BOR RSIS A Yani sudah 100%, 92 bed penuh. Kami buat sistem beda gedung. Jadi gedung untuk COVID-19 di gedung lama. Gedung non COVID-19 di gedung baru," jelasnya.

Di sisi lain, Dodo mengkhawatirkan kondisi tenaga kesehatan (nakes). Dodo mengaku sudah ada beberapa nakesnya yang terpapar COVID-19.

"Ada 27 nakes yang kena. Makanya, mohon bagi warga untuk melakukan apa yang disampaikan Wali Kota Surabaya. Harus taati 5M dan hindari makan bersama," harap Dodo.

Eri memastikan bahwa tingkat keterisian BOR RS di Surabaya Surabaya sudah di angka 100%. Artinya, seluruh rumah sakit di Surabaya sudah full.

"Kalau sekarang BOR RS 100% memang. Ini RS sudah 100% BOR-nya, gak onok maneh (Tidak ada lagi)," kata Eri.

Eri mengingatkan dan memohon kepada warga Surabaya untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan. Karena kondisi RS saat ini sudah penuh semua.

"Saya mohon betul ke warga Surabaya, tolong didelok iki (Tolong dilihat ini RS), BOR wes (sudah) penuh semua. Jadi, tolonglah, dijaga protokol kesehatannya," pungkas Eri.

(iwd/iwd)