Surabaya Siapkan 1,5 Hektar Lahan untuk Pemakaman Jenazah Prokes COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 16:53 WIB
wali kota surabaya eri cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Kasus harian COVID-19 di Surabaya terus meningkat. BOR RS pun kini sudah 100%. Bahkan warga yang meninggal dengan gejala COVID-19 pada Senin (28/6) mencapai 40 orang.

"Yang dimakamkan prokes total ada 40 kemarin. Makam prokes ini ada yang sudah pasti COVID-19, suspect yang belum ada hasil tapi bergejala lalu meninggal dan dimakamkan secara prokes," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kepada wartawan, Selasa (28/6/2021).

Karena jumlah kematian meningkat, Eri akan menambah 1,5 hektare lahan tanah di TPU Keputih. Selain menambah lahan, pihaknya juga menyiapkan fasilitas di Makam Keputih. Karena Eri mengaku sempat dikagetkan dengan pemulasaraan jenazah yang memerlukan waktu hingga 20 jam.

"Ini totalnya, luasnya, luas banget. 1,5 hektare. Kita dapat informasi kalo pulasara RSU dr Soetomo antre. Kalau ada yang meninggal, dibawa ke sana (Keputih). Di situ saya kaget betul, setelah saya tahu bahwa pemulasaraan itu antrenya 20 jam. Dan ada warga LPMK yang chat saya. Di situ saya bilang ini waktunya pemkot dan masyarakat bergandeng tangan," ujarnya.

"Saya ambil keputusan, khusus warga Surabaya, pulasara bisa dilakukan di Keputih. Insyallah kami sudah siapkan nanti yang mandikan jenazah, modin dari yang Islam dari PCNU, Muhammadiyah sudah menyiapkan orang-orang yang punya kemampuan mandiin jenazah. Ada yang dari dinsos juga siap," tambah Eri Cahyadi.

Kemudian, kata Eri, di makam Keputih juga disiapkan tenda untuk pemulasaraan jenazah. Lalu dimandikan, jika jenazah Islam akan disalatkan, sehingga bisa segera dimakamkan.

"Tapi kalau dari RS kalau udah dimandikan, dimakamkan di pemakamkan COVID-19 seperti biasanya. Dimakamkan di Keputih ini bisa 24 jam," kata Eri.

Untuk penambahan lahan ini, sebenarnya Eri Cahyadi sendiri merasa tidak rela saat ada warganya meninggal tetapi harus antre pemulasaraan. Oleh karena itu, menambah lahan dan fasilitas ia lakukan untuk warga Surabaya.

"Saya nggak rela ada warga Surabaya wayahe seda (meninggal), mau dimandikan saja antrenya panjang. Kita bisa apa? Ini yang bisa saya lakukan untuk warga Surabaya. Nanti yang memandikan jenazah ada 6 orang yang insyaallah bertugas setiap hari. 3 Putra dan 3 putri," pungkas Eri.

(iwd/iwd)