Surabaya Terapkan PPKM Mikro, Mal hingga Tempat Hiburan Tutup Jam 8 Malam

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Minggu, 27 Jun 2021 14:53 WIB
Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Irvan Widyanto
Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Irvan Widyanto/Foto file: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya -

PPKM Mikro diterapkan di Surabaya hingga 5 Juli mendatang. Seluruh aktivitas masyarakat akan dibatasi hingga pukul 20.00 WIB.

Tak terkecuali mal, restoran hingga tempat hiburan. Semuanya akan tutup pukul 20.00 WIB. Aturan ini tertuang dalam surat edaran (SE) Wali Kota Surabaya No 433/6912/436.8.4/2021 pada 22 Juni 2021.

"Betul restoran dan mal tutup pukul 20.00 WIB. Tempat hiburan otomatis mereka harus menutup diri. Semuanya kegiatan usaha masyarakat selain sektor esensial dan kesehatan dimohon untuk berhenti pukul 20.00 WIB," kata Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Irvan Widyanto saat dikonfirmasi detikcom di Surabaya, Minggu (27/6/2021).

Baca juga: PPKM Mikro Diberlakukan di Surabaya, Ini Sanksi Bagi Pelanggar Jam Malam

Sementara itu, Irvan mengatakan, untuk restoran yang memiliki fasilitas drive thru masih diperbolehkan buka. Namun, hanya melayani pembelian secara Drive thru saja selama PPKM Mikro.

"Jadi kalau ada restoran yang dia membuka drive thru seperti KFC, McDonald's, itu drive thru-nya yang buka, tapi restorannya tetap tutup," tambahnya.

Irvan mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi aturan ini ke sejumlah stakeholder seperti seluruh dinas, seluruh camat di Kota Surabaya, asosiasi pengusaha hotel, restoran, asosiasi pedagang dan pimpinan perusahaan.

"Sosialisasinya sudah kita lakukan kemarin zoom ke seluruh stakeholder. Kemudian dalam zoom kita mengundang pakar kesehatan. Mulai dari teman-teman dari IDI, dari Persi dan dihadiri FKM Unair Pakar Epidemiolog dr Windhu Purnomo untuk mensosialisasikan langsung," papar Irvan.

Baca juga: Kasus Aktif COVID-19 Surabaya Hampir 400, PPKM Mikro Diterapkan Malam Ini

Lalu, untuk pengawasan di lapangan, Irvan mengatakan pihaknya juga menggandeng seluruh pihak. "Semua pihak akan kita libatkan, semua elemen. Jadi termasuk TNI dan Polri kemudian seluruh jajaran pemkot, camat, lurah, kita suruh mensosialisasikan secara media sosial dan kita sosialisasikan melalui media massa," jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Irvan berharap masyarakat bisa ikut andil dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

"Ini kan Pak Wali Kota ingin ekonomi tetap harus berjalan. Tetapi, kondisi pandemi ini harus diatasi. Oleh sebab itu kita mengimbau pada seluruh warga masyarakat, kita coba berhenti sejenak lah selama PPKM Mikro ini. Jadi jika tidak ada kegiatan sangat mendesak di luar, lebih baik sementara ini berada di rumah, karena virus yang sekarang sangat menular dan kondisi Surabaya saat ini cukup memprihatinkan," pungkas Irvan.

Simak juga 'Jokowi Sidak PPKM Mikro di Cempaka Putih!':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)