Klaster Ziarah Kota Pasuruan Merembet ke Pesantren, 27 Santriwati Positif

Muhajir Arifin - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 21:14 WIB
Klaster ziarah di Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan merembet ke pesantren. Sebanyak 27 santriwati positif COVID-19.
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)/Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan -

Klaster ziarah di Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan merembet ke pesantren. Sebanyak 27 santriwati positif COVID-19.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan, dari hasil tracing klaster ziarah, satgas menemukan satu peserta rombongan ziarah Wali Limo sudah kembali ke Pondok Pesantren Salafiyah, Kota Pasuruan. Satgas COVID-19 bergegas tes swab yang bersangkutan.

"Hasilnya positif. Jadi, dia ikut bersama rombongan warga Trajeng wisata religi beberapa waktu lalu," kata Gus Ipul, Rabu (23/6/2021).

Dari hasil itu, kata dia, satgas langsung bergerak cepat melakukan tracing kontak erat santriwati tersebut. Sebanyak 21 santriwati dites swab PCR dan 13 di antaranya positif.

Baca juga: Kasus COVID-19 Klaster Ziarah Naik, Pemkot Pasuruan Sekat 17 Titik

Dari 13 positif itu, satgas kembali melakukan tracing seluruh kontak eratnya. Sebanyak 23 santriwati dites dan 14 di antaranya positif COVID-19.

"Total ada 44 santriwati yang dites dan 27 di antaranya positif," terang Gus Ipul.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini mengatakan, semua santriwati yang positif langsung dievakuasi ke tiga shelter atau rumah isolasi milik Pemkot Pasuruan. Satgas juga sudah melakukan disinfeksi di seluruh area pondok pesantren.

Baca juga: Pemkot Semi-Lockdown Lingkungan Klaster Ziarah di Pasuruan

"Saya ingin berterima kasih kepada pengasuh Pesantren Salafiyah karena memberikan kesempatan untuk melakukan upaya semestinya. Prosedur penanganan bisa dilakukan maksimal tanpa ada hambatan. Kami bisa leluasa melakukan pencegahan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di pesantren," sambung dia.

Untuk beberapa hari ke depan, pihaknya akan terus mengamati perkembangan yang ada di pesantren. Aktivitas pesantren tetap jalan, tapi dengan pengawasan ketat. Protokol kesehatan harus diterapkan oleh semua yang ada di pesantren.

Dengan tambahan 27 pasien di pesantren ini, total kasus positif COVID-19 dari klaster ziarah sebanyak 80 orang. Semuanya merupakan pasien tanpa gejala (OTG).

(sun/bdh)