Detik-detik Massa Selama 30 Menit Lempari Pos Penyekatan Suramadu dengan Petasan

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 17:51 WIB
Video sekelompok massa mendatangi pos penyekatan Jembatan Suramadu di dekat BPWS viral di aplikasi perpesanan. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah massa membawa petasan yang diarahkan ke petugas
Massa lempari petugas pos penyekatan Suramadu dengan petasan (Foto: Tangkapan Layar)
Surabaya -

Video massa mendatangi pos penyekatan Jembatan Suramadu di dekat BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Surabaya) viral di aplikasi perpesanan. Dalam video viral tersebut, terlihat sejumlah massa membawa petasan yang diarahkan ke petugas.

Kabag Ops Polrestabes Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Eko Nur Wahyudiono mengatakan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Eko menjelaskan awalnya ada sekelompok pemotor di sisi barat arah Madura. Namun mereka tidak menyeberangi Suramadu dan menuju ke Madura, melainkan ke arah Surabaya.

"Mereka tidak naik ke arah Madura tapi putar balik ke arah Surabaya sambil blayer-blayer motor. Mendekati pos tenda nakes. Kemudian kita usir. Kejadiannya mulai jam 04.30 sampai 05.00 WIB. Setengah jam saja, kita lihat sisi tengah barat terus langsung putar balik ke timur arah Surabaya," jelas Eko di Surabaya, Selasa (22/6/2021).

Saat kejadian, dalam video viral terdengar seperti suara tembakan. Namun Eko menegaskan suara tersebut berasal dari knalpot dan petasan.

"Lari-lari, mereka kan bawa mercon, terus sepeda motornya. Suara motor jedar.. jedar itu karena businya dimainkan jadi bunyinya dor..dor..dor gitu. Itu bunyi sepeda motor sama mercon. Ada suara-suara itu (Motor dan petasan) kita kejar mereka lari," papar Eko.

Saat kejadian, Eko menyebut ada sekitar 100 pemotor yang membuat keributan di pos penyekatan. Eko juga mengatakan mereka bukan pekerja, pihaknya juga belum tahu massa dari kelompok mana. Eko menyebut belum terdeteksi dari mana asal massa tersebut.

Baca juga: Begini Suasana Penyekatan Suramadu Usai Dilempari Petasan Massa

"Bukan pekerja. Tidak terdeteksi (dari mana)," tambahnya.

Eko juga menduga mereka mencoba memancing emosi petugas dengan melempari petasan dan menggas motor. Selain itu, Eko menyebut massa tidak melakukan perusakan, hanya melewati pos penyekatan dengan menggas motornya atau mbleyer.

"Kalau kami melihat sengaja untuk memancing emosi petugas. Tapi Alhamdulillah kita tidak terpancing emosi," kata Eko.

Sementara Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, kejadian pagi terjadi sekitar pukul 04.30 WIB - 05.30 WIB. Sebelum menuju tenda nakes, massa sempat merusak pagar Suramadu hingga akhirnya ditembak gas air mata.

"Telah terjadi upaya provokatif yang dilakukan masyarakat dari arah Jembatan Madura - Surabaya, dengan tujuan agar bebas melintas memasuki Kota Surabaya tanpa perlu diswab antigen," kata Irvan.

Irvan menjelaskan, awalnya ada titik kumpul rombongan kendaraan roda dua di sisi timur depan gate Jembatan Suramadu pada pukul 04.30 hingga 05.30 WIB. Kemudian mereka menjebol pagar dan menuju ke arah Surabaya sisi BPWS.