Massa Pelempar Petasan ke Pos Penyekatan Suramadu Juga Rusak Pagar

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 16:11 WIB
Selain Lempar Petasan, Massa juga Rusak Pagar Suramadu Hingga Ditembak Gas Air Mata
Pagar di Suramadu rusak usai aksi massa pelempar petasan (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Video massa mendatangi pos penyekatan Jembatan Suramadu di dekat BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Surabaya) dan melempari petugas dengan petasan viral di aplikasi perpesanan. Selain melempar petugas, massa juga merusak pagar.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 04.30 hingga 05.30 WIB. Sebelum menuju tenda nakes, massa sempat merusak pagar Suramadu hingga akhirnya dibubarkan dengan tembakan gas air mata.

"Telah terjadi upaya provokatif yang dilakukan masyarakat dari arah Jembatan Madura ke Surabaya, dengan tujuan agar bebas melintas memasuki Kota Surabaya tanpa perlu diswab antigen," kata Irvan di Surabaya, Selasa (22/6/2021).

Irvan menjelaskan, awalnya massa yang mengendarai roda dua berkumpul di sisi timur depan gate Jembatan Suramadu. Kemudian mereka menjebol pagar dan menuju ke arah Surabaya sisi BPWS.

"Kemudian rombongan pengendara R2 melakukan pengerusakan pagar pembatas Gate Jembatan Suramadu hingga jebol. Mereka berjalan putar balik dengan rute sisi barat menuju bawah Jembatan Suramadu ke Jalan Jalur Lambat Depan BPWS Belakang," ujarnya.

Baca juga: Anjing Pelacak Disiagakan Usai Pelemparan Petasan di Pos Penyekatan Suramadu

Massa pun melintas dan menerobos pemeriksaan swab antigen. Irvan menyebut, setidaknya ada sekitar 100 orang pengendara yang melintas di sisi BPWS dan melakukan provokasi.

"Sambil melintas melakukan blayer motor-motor. Sambil melintas, terdapat beberapa pengendara turun dari motor dan menendang kursi-kursi tenda di PCR dan saling dorong kecil dengan petugas pengamanan," jelasnya.

Salah satu anggota Brimob kemudian menembakkan gas air mata untuk menghalau massa pengendara agar membubarkan diri.

"Dalam upaya mengurai massa pengendara, pihak petugas pengamanan mempercepat laju kendaraan rombongan kurang lebih 100 orang tersebut, dan tidak dilakukan swab antigen terhadap seluruh pengendara," pungkasnya.

Dari pantauan detikcom, kini kondisi pagar sudah langsung dibetulkan oleh petugas. Situasi penyekatan dan swab antigen berjalan dengan aman.

(fat/fat)