Round-Up

Pengakuan Mengejutkan Rektor Unipar Jember Cium Dosen hingga Mundur dari Jabatannya

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 10:54 WIB
Rektor Universitas IKIP PGRI Argopuro (Unipar) Jember berinisial RS mengundurkan diri. RS mundur setelah dianggap melakukan pelecehan seksual terhadap seorang dosen.
(Foto file: Yakub Mulyono/.detikcom)

"Saat perbaikan selesai, pelaku ini menggunakan tangan kiri menepuk bahu kiri istri saya dari belakang, mengajak kembali masuk ke mobil. Jadi kesannya merangkul. Kenapa kok tidak bahu kanan istri saya yang ditepuk kalau tujuannya sekadar mengajak. Istri saya waktu itu sempat kaget. Tapi kemudian dia diam saja. Menganggap itu tidak disengaja," katanya.

Berikutnya, sambung pria ini, saat rombongan berhenti di Leces, Probolinggo untuk salat Jumat. Ketika itu, saat masih berada di dalam mobil, Rektor Unipar tersebut menunjuk sesuatu dan tangannya menempel ke pipi korban.

"Istri saya ini kan duduk di depan, di sebelah sopir. Pelaku duduk di kursi tepat di belakang istri saya. Ketika berhenti di Leces, pelaku meminta diambilkan sesuatu di dashboard. Saat menunjuk, tangannya nempel ke pipi istri saya. Lagi-lagi istri saya kaget. Tapi sampai sejauh itu tidak punya pikiran macam-macam," ujarnya.

Kemudian gejala pelecehan terjadi saat mobil melaju di jalan tol. Ketika itu korban merasa tubuhnya ada yang menyentuh dari belakang.

"Entah dengan kaki atau tangan. Istri saya nggak berani melihat ke belakang. Istri saya hanya berusaha menghindar dengan menggeser posisi duduk. Tapi tetap saja sering merasa ada yang menyentuh bagian tubuhnya. Sepanjang perjalanan itu istri saya sudah merasa tidak nyaman," terangnya.

Puncaknya, ketika mereka berada di hotel tempat berlangsungnya acara. RS kala itu mengetuk pintu kamar korban mengajak korban segera keluar kamar untuk menuju ke lokasi acara.

"Sore hari, acara pembukaan akan dimulai. Pelaku mengetuk pintu kamar istri saya mengingatkan agar segera berangkat. Istri saya membuka pintu kamar, kemudian berbalik untuk mengambil tas," katanya.

Saat itulah RS mendekap korban dari belakang dan berusaha mencium pipi korban. Sedangkan korban berusaha meronta sambil berteriak.

"Istri saya teriak, 'Prof!' Sambil tangannya berusaha melepaskan diri. Dekapan itu kemudian dilepas. Pelaku lalu meminta maaf ke istri saya, kemudian pergi," kata suami korban ini.

"Dari rentetan peristiwa itulah, menurut saya pelecehan itu bukan tindakan spontanitas. Karena gejalanya sudah muncul sejak berangkat dari Jember," pungkas suami korban.

Kendati tak lagi menjabat rektor, RS tetap berstatus dosen di kampus tersebut. "Secara administratif, beliau masih sebagai dosen. Sebab kan hasil rapat di kami kemarin kan keputusannya SP (Surat Peringatan) dan mundur dari jabatan rektor. Untuk status sebagai dosen ya tetap," kata Kepala Biro III Unipar Jember Dr. Ahmad Zaki Emyus.

Di Unipar Jember, sambung Zaki, RS merupakan dosen bagi mahasiswa Pascasarjana. Rektor cium dosen itu mengajar mengenai media pembelajaran.

"Beliau mengajar media pembelajaran. Home base-nya di Pascasarjana," kata Zaki.

Namun untuk saat ini, lanjut Zaki, perkuliahan memang belum ada. Jadi kegiatan perkuliahan di Unipar masih libur.

"Jadi memang di kampus sendiri masih belum ada perkuliahan. Belum ada aktivitas," pungkas Zaki.


(fat/fat)