Suami Dosen Ceritakan Kronologi Saat Istrinya Dilecehkan Rektor Unipar Jember

Yakub Mulyono - detikNews
Minggu, 20 Jun 2021 19:46 WIB
Rektor Universitas IKIP PGRI Argopuro (Unipar) Jember berinisial RS mengundurkan diri. RS mundur setelah dianggap melakukan pelecehan seksual terhadap seorang dosen.
Univeritas PGRI Argopuro Jember (Foto: Yakub Mulyono)
Jember -

Disebut melakukan pelecehan terhadap dosen, Rektor Unipar Jember, RS, mundur dari jabatannya. Suami sang dosen menilai pelecehan itu dilakukan secara sengaja, bukan spontanitas.

"Kalau mendengar runutan cerita dari istri saya, bisa saya simpulkan memang (tindakan pelecehan itu) disengaja. Kenapa? Karena gejalanya sudah muncul sejak awal," kata suami sang dosen, Minggu (20/6/2021).

Pelecehan terjadi saat dosen dan rektor Unipar Jember mengikuti acara Diklat PGRI Jatim di sebuah hotel di Tretes, Pasuruan, 4 Juni lalu. Namun menurut suami korban, gejala munculnya pelecehan terjadi sejak rombongan berangkat dari Jember.

"Rombongan ada 4 orang dalam satu mobil. Ada sopir, istri saya, pelaku, dan salah seorang dekan. Indikasi pelecehan sudah muncul sejak berangkat dari Jember," terang suami sang dosen ini.

Pertama, kata dia, saat mobil harus masuk bengkel untuk memperbaiki lampu depan. Saat duduk di ruang tunggu bengkel, posisi sang istri berada di sebelah kiri posisi duduk RS.

"Saat perbaikan selesai, pelaku ini menggunakan tangan kiri menepuk bahu kiri istri saya dari belakang, mengajak kembali masuk ke mobil. Jadi kesannya merangkul. Kenapa kok tidak bahu kanan istri saya yang ditepuk kalau tujuannya sekadar mengajak. Istri saya waktu itu sempat kaget. Tapi kemudian dia diam saja. Menganggap itu tidak disengaja," katanya.

Berikutnya, sambung pria ini, saat rombongan berhenti di Leces, Probolinggo untuk salat Jumat. Ketika itu, saat masih berada di dalam mobil, Rektor Unipar tersebut menunjuk sesuatu dan tangannya menempel ke pipi korban.

"Istri saya ini kan duduk di depan, di sebelah sopir. Pelaku duduk di kursi tepat di belakang istri saya. Ketika berhenti di Leces, pelaku meminta diambilkan sesuatu di dashboard. Saat menunjuk, tangannya nempel ke pipi istri saya. Lagi-lagi istri saya kaget. Tapi sampai sejauh itu tidak punya pikiran macam-macam," ujarnya.

Kemudian gejala pelecehan terjadi saat mobil melaju di jalan tol. Ketika itu korban merasa tubuhnya ada yang menyentuh dari belakang.

"Entah dengan kaki atau tangan. Istri saya nggak berani melihat ke belakang. Istri saya hanya berusaha menghindar dengan menggeser posisi duduk. Tapi tetap saja sering merasa ada yang menyentuh bagian tubuhnya. Sepanjang perjalanan itu istri saya sudah merasa tidak nyaman," terangnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2