Round-Up

Pengakuan Mengejutkan Rektor Unipar Jember Cium Dosen hingga Mundur dari Jabatannya

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 10:54 WIB
Rektor Universitas IKIP PGRI Argopuro (Unipar) Jember berinisial RS mengundurkan diri. RS mundur setelah dianggap melakukan pelecehan seksual terhadap seorang dosen.
(Foto file: Yakub Mulyono/.detikcom)
Surabaya -

Rektor Universitas PGRI Argopuro atau Unipar Jember berinisial RS, mundur dari jabatannya. RS mundur atas dugaan pelecehan seksual ke seorang dosen. Selain mundur, RS meminta maaf
ke korban dan pihak Unipar.

"Saya memang khilaf. Saya juga sudah minta maaf ke yang bersangkutan. Langsung saat itu juga. Ketika dia membuka pintu, spontan saya ingin menciumnya. Dia mengelak dan menghindar. Saat itu saya tersadar dan langsung meminta maaf," kata RS kepada wartawan, Minggu (20/6/2021).

RS itu juga menampik melakukan pelecehan sepanjang perjalanan ke lokasi acara. Kalau pun di dalam mobil kakinya sempat menyentuh korban, itu merupakan ketidaksengajaan.

"Mungkin waktu itu saya mengantuk dan kaki saya selonjorkan. Nah bisa jadi saat itu kena jari dia atau apa, tidak sengaja," ujarnya.

Selain meminta maaf ke dosen, RS juga meminta maaf ke institusi Unipar. Permintaan maaf disampaikan RS saat menjalani klarifikasi dari pihak kampus.

"Saat itu saya dapat SP (Surat Peringatan). Saya tanda tangan. Saya juga sampaikan permintaan maaf. Dengan pejabat di situ kami sudah saling berangkulan. Jadi waktu itu saya mengira sudah selesai," terangnya.

Namun dalam perkembangannya muncul desakan agar dia mundur dari jabatan rektor. RS lalu meminta ada mediasi dengan korban agar sama-sama bisa menjelaskan kronologi sebenarnya.

"Saya sempat meminta ada mediasi. Agar kita sama-sama bisa menjelaskan kejadian sebenarnya seperti apa," ujarnya.

Namun mediasi itu tak juga terwujud. Sedangkan desakan mundur dari dosen dan civitas akademika semakin menguat. Akhirnya, RS pun memilih mundur dari jabatan rektor.

"Akhirnya saya memilih mundur. Mungkin ini memang hukuman yang harus saya terima," pungkasnya.

Sementara itu, suami sang dosen menilai pelecehan itu dilakukan secara sengaja, bukan spontanitas.

"Kalau mendengar runutan cerita dari istri saya, bisa saya simpulkan memang (tindakan pelecehan itu) disengaja. Kenapa? Karena gejalanya sudah muncul sejak awal," kata suami sang dosen, Minggu (20/6/2021).

Pelecehan terjadi saat dosen dan rektor Unipar Jember mengikuti acara Diklat PGRI Jatim di sebuah hotel di Tretes, Pasuruan, 4 Juni lalu. Namun menurut suami korban, gejala munculnya pelecehan terjadi sejak rombongan berangkat dari Jember.

"Rombongan ada 4 orang dalam satu mobil. Ada sopir, istri saya, pelaku, dan salah seorang dekan. Indikasi pelecehan sudah muncul sejak berangkat dari Jember," terang suami sang dosen ini.

Pertama, kata dia, saat mobil harus masuk bengkel untuk memperbaiki lampu depan. Saat duduk di ruang tunggu bengkel, posisi sang istri berada di sebelah kiri posisi duduk RS.

Simak juga 'Penampakan Batu Bisa Bergerak Sendiri di Jember':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2