4 Pasien COVID-19 Varian Delta di RSLI dari Bangkalan dan Sampang

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 15:59 WIB
Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya kini merawat empat dari delapan pasien COVID-19 varian Delta. Keempatnya positif COVID-19 saat swab dalam penyekatan Suramadu.
Jumpa pers RSLI Surabaya/Foto: Istimewa
Surabaya -

Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya kini merawat empat dari delapan pasien COVID-19 varian Delta. Tiga pasien dari Bangkalan dan seorang pasien asal Sampang.

Keempatnya diketahui positif COVID-19 saat swab di penyekatan Suramadu. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan dan Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) RSLI Dr dr Erwin Ashta Triyono menyebut, sebelumnya RSLI merawat dua pasien varian Delta asal Bangkalan.

Erwin memaparkan, kondisi dua pasien baru terpantau baik dan stabil. Meskipun kedua pasien ini memiliki gejala ringan.

"Mr M yang masuk rumah sakit 6 Juni 2021 asal Bangkalan dengan gejala ringan atau meriang, tanpa komorbid, kondisi stabil. Sedangkan Mr N yang masuk rumah sakit pada 6 Juni 2021 asal Sampang dengan gejala ringan panas, tanpa komorbid kondisi stabil," papar Erwin di RSLI Surabaya, Sabtu (19/6/2021).

Sedangkan dua pasien lainnya yang sudah diketahui terkena varian Delta terlebih dahulu, kondisinya juga stabil. Pasien Mr X kondisinya bergejala ringan dan batuk berdahak. Lalu, pasien Mr Y bergejala ringan dengan demam dan memiliki komorbid demam berdarah. Keduanya kondisinya stabil.

Tak hanya itu, Erwin mengatakan keempat pasien varian Delta ini mendapatkan penanganan khusus. Kondisi pasien juga senantiasa dimonitoring secara ketat. Erwin menyebut pihaknya selalu mendampingi keempat pasien ini.

"Pasien yang terkonfirmasi varian baru Delta B.1617.2 atau India yang masih dirawat di RSLI total empat orang. Mendapatkan penanganan khusus yaitu di ruangan tersendiri, dengan monitoring dan observasi sesuai ketentuan dan tata laksana pelayanan pasien khusus," ungkap Erwin.

"Kondisi klinis akan dimonitoring dengan ketat, serta penanganan lebih serius dari para dokter dan nakes RSLI serta didampingi penanganan non medis oleh relawan pendamping Program Pendampingan Keluarga Pasien COVID-19 (PPKPC) RSLI," pungkasnya.