Kondisi Terkini Pos Penyekatan Suramadu Usai Dirusak Warga Madura

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 12:15 WIB
Surabaya -

Video ratusan warga Madura menerobos pos penyekatan di Jembatan Suramadu viral di aplikasi percakapan whatsapp. Tak hanya menerobos, mereka juga merangsek masuk dan merusak pos penyekatan yang dijaga petugas gabungan.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, Jumat (18/6/2021), ini merusak beberapa fasilitas seperti kursi, meja, hingga berkas-berkas untuk pelaksanaan swab antigen. Namun saat pukul 08.30 WIB, kondisi pos penyekatan kembali kondusif. Pos tersebut juga sudah tertata rapi. Bahkan pengendara yang akan melakukan swab antigen tampak mengantre secara tertib.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan, penyekatan di Suramadu mulanya berjalan seperti biasanya. Namun pukul 02.00 WIB, volume kendaraan sudah mulai tidak seperti biasanya, khususnya roda dua.

"Kemudian pukul 03.00 WIB lebih banyak lagi volumenya. Sementara pelaksanaan kegiatan penyekatan ini tentunya untuk masyarakat biar sehat, kita sudah melaksanakan sesuai SOP yang ada. Kita laksanakan 1x24 jam untuk mereka yang belum swab atau memiliki surat rapid test antigen," kata Ganis kepada wartawan kepada wartawan di penyekatan Suramadu, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Kursi-Meja Berserakan Imbas Warga Madura Rusak Pos Penyekatan Suramadu

Ganis menjelaskan, alasan puluhan pengendara tersebut karena ingin cepat dilayani. Namun, pihaknya langsung gerak cepat saat kejadian tersebut.

"Tidak sabar, buru-buru. Sehingga terjadi salah paham. Namun kami aparat yang ada di sini segera mengurai kepadatan tersebut. Kepada pihak yang tadi kita beri pelayanan, saat ini sedang kita tindak lanjuti," jelasnya.

Dampak dari kejadian ini, tidak ada kerugian materi ataupun korban jiwa di lokasi penyekatan Suramadu.

"Dampak tidak ada kerugian material maupun kerugian jiwa. Tapi mungkin ada beberapa masyarakat tidak sempat dilakukan swab, sehingga kita tidak menjamin dia sehat atau tidak," ujarnya.

"Kita berharap semua masyarakat harus waspada. Apa lagi dengan kasus positif yang semakin bertambah, varian baru ada, kami berharap masyarakat kooperatif mengikuti prosedur yang ada di pos penyekatan dan tetap bersabar," pungkasnya.

(fat/fat)