RSLI Hampir Penuh Terima Pasien Bangkalan, Rumah Sakit Lain Telah Disiapkan

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 23:09 WIB
Bed di BPWS yang disiapkan menampung Pasien OTG Bangkalan.
Bed di BPWS yang disiapkan menampung Pasien OTG Bangkalan.(Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) hingga Selasa (15/6) sore 17.00 WIB merawat 375 pasien positif COVID-19. Mayoritas pasien berasal dari Bangkalan. Dengan daya tampung 410 bed, RSLI menyisakan 35 bed kosong.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan telah menyiapkan sejumlah opsi rumah sakit untuk merawat pasien COVID-19 asal Bangkalan.

"Ada 6 RS penyangga kasus Bangkalan. Saat ini juga proses BPWS di kaki Bangkalan menjadi tempat isolasi bagi pasien COVID-19 asal Bangkalan," ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (15/6/2021).

Khofifah menjelaskan, sejumlah RS penyangga yang siap menampung saat ini yakni RSU dr Soetomo, RS Al Irsyad, RS PHC, RS Haji, RSLI, RS Universitas Airlangga, hingga RSJ Menur.

Selain itu, ada sejumlah RS dadakan yang disiapkan Satgas COVID-19 Jatim untuk merawat pasien OTG/tanpa gejala dari Bangkalan.

Ketua Satgas Kuratif COVID-19 Jatim Dr Joni Wahyuhadi menambahkan sejumlah RS dadakan yang disiapkan Pemprov Jatim di Bangkalan untuk isolasi pasien OTG dan gejala ringan, akan beroperasi akhir pekan ini.

"BPWS mungkin 2-3 hari sudah beroperasi. BPWS ini seperti RS Darurat. BLK Bangkalan juga di Badan Diklat Bangkalan insyaallah akhir pekan bisa beroperasi. Upaya ini untuk merelaksasi RS, khususnya yang merawat pasien OTG," terangnya.

Pria yang juga Dirut RSU dr Soetomo Surabaya ini mengatakan, RSUD Bangkalan juga telah ditambah kapasitas bed isolasi dan ICU-nya.

"Rujukan sistemnya juga ditata, agar ada koneksi antar RS untuk saling komunikasi. Kalau semisal ada rujukan dari Bangkalan, bisa dikomunikasikan dengan RS Penyangga di Surabaya. Relatif amanlah dari tempat lain meski melonjak," pungkasnya.

Hingga Selasa (15/6), kasus aktif COVID-19 di Bangkalan terus bertambah. Saat ini, ada 599 kasus aktif COVID-19 di Bangkalan, dan menjadikan daerah tertinggi dengan kasus aktif di Jatim.

(iwd/iwd)