Kondisi RSLI Surabaya Saat Ini, Rawat Pasien Klaster Madura Hingga Ponpes

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 17:52 WIB
tim medis RS Lapangan Indrapura (RSLI)
Tim medis RSLI (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Kondisi Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) per Selasa (15/6) Pukul 11.00 WIB merawat 369 pasien terdiri dari PMI 64, klaster Madura 210, klaster pondok pesantren (Ponpes) 12, dan Umum 83 orang. Daya tampung RSLI 410 bed, saat ini sudah terisi 369 pasien.

RSLI total sudah melayani 7.887 pasien dan telah berhasil menyembuhkan 7.206 orang. Tingkat kesembuhan 96,76 persen dengan angka kontribusi tingkat Nasional 0,44 persen, Jawa Timur 5,09 persen dan Surabaya 31,83 persen.

Untuk kasus Bangkalan dan penyekatan Suramadu, penanganannya selalu dikoordinasikan untuk hasil yang baik dan optimal. Mulai 6 Juni 2021 RSLI sudah menerima hasil penyekatan Suramadu maupun kiriman dari Bangkalan.

"Total yang sudah masuk dari Madura 219 (158 laki dan 61 perempuan), 16 orang nilai CT value antara 25-35. Sedang CT value di bawah 25 sebanyak 203 orang, sehingga akan kita kirim ke ITD Unair dan Balitbangkes untuk konfirmasi lebih lanjut dugaan varian baru COVID-19. Yang sedang dirawat 210 orang dan 9 orang rujuk ke faskes lainnya. Siang ini masih ada daftar tunggu (inden) yang segera masuk. Jumlah itu akan terus bertambah," kata Penanggungjawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura, Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Selasa (15/6/2021).

Sementara Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terkonfirmasi COVID-19 hingga saat ini data relawan pendamping RSLI sudah ada 13.720 PMI masuk Jatim, berasal dari Malaysia, Singapura, Hongkong dan Brunei. Kini RSLI sudah mulai menerima pasien dari tempat kerja di Taiwan, Amerika, Jepang, dan juga Turki.

"Artinya gelombang kedatangan dari Timur Tengah sudah mulai masuk, dan tetap perlu diwaspadai. Dari jumlah itu, yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan dikirimkan ke RSLI sejumlah 182 orang, 118 0rang sudah sembuh, dan 64 masih dirawat di RSLI," ujarnya.

Kemudian untuk klaster baru Pondok Pesantren di wilayah Surabaya, di dapatkan dari pengembangan 2 orang santri dari testing penyekatan Suramadu. Setelah terkonfirmasi posisitif, maka dilakukan pengembangan tracing dan swab PCR kepada semua santri pondok dengan mendapatkan hasil 14 orang dinyatakan positif Corona.

"Selanjutnya dikirim ke RSLI. 14 orang tersebut semuanya lak-laki dengan nilai CT Value dibawah 25. 2 Orang dirujuk ke faskes lain karena membutuhkan penanganan lebih intensif. Untuk itu supaya menjadi perhatian khusus bagi semua pihak," jelasnya.

"Kita ada pasien pondok pesantren 14 orang, kita curiga ke arah varian baru, usia muda, CT rendah di bawah 25. Sehingga ini yang kita ambil bahan dilakukan pemeriksaan lanjut. Di pondok pesantren mungkin masih anak-anak, umur antara 19-24 tahun ini belum dilakukan vaksinasi," pungkasnya.

(hil/iwd)