Pasien COVID-19 Asal Bojonegoro Terpapar Varian India Usai Ziarah ke Bangkalan

Ainur Rofiq - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 16:18 WIB
Varian Baru Virus Corona di Asia Jadi Ancaman Bagi Dunia
Foto: DW (News)
Bojonegoro -

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebut varian COVID-19 dari India atau varian delta masuk ke Jatim. Varian India ini didapat dari pasien yang terjaring tes swab antigen di Jembatan Suramadu. Dan tiga pasien terpapar varian India ini rinciannya dua dirawat di Surabaya dan satu di Bojonegoro.

Informasi yang dihimpun detikcom, semula warga Bojonegoro ini terjaring swab antigen penyekatan Suramadu bersama 13 rekannya, usai ziarah ke Bangkalan, Madura. Namun dari 14 warga Bojonegoro, ini salah satunya positif COVID-19.

Akhirnya pria berusia 54 tahun tersebut dirawat di RS Lapangan Indrapura (RSLI) selama satu minggu. Namun pria tersebut dijemput keluarganya karena alasan satu hal yang mendesak. Dengan syarat tetap berkomunikasi dengan RS di Bojonegoro.

Sementara 13 rekan lainnya yang saat itu ikut rombongan ditracing dan testing hingga pengambilan sampel darah oleh tim Dinkes Jatim.

"Ya benar ada 13 teman kami termasuk saya, hari ini dilakukan tracking oleh tim Dinkes Jatim. Dan hasilnya alhamdulillah negatif," kata Jubir Rombongan Ziarah ke Bangkalan, Taufiq saat dihubungi detikcom, Selasa (15/6/2021).

Taufiq menceritakan awal mula dirinya bersama teman-temannya itu akhirnya terjaring penyekatan di Suramadu. Pada 6 Juni 2021 lalu melakukan ziarah wali Jatim yang kebetulan salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Madura.

Saat berangkat ke Bangkalan, rombongan ziarah ini tidak tahu jika ada lockdown. Sebab, tiba di Bangkalan pagi hari. Saat akan keluar dari Bangkalan melalui Jembatan Suramadu, semua rombongan sebanyak 14 orang terjaring swab antigen dan hasilnya 1 orang positif COVID-19 sehingga harus menjalani karantina di Surabaya.

"Kebetulan ziarah kita mulai dari Bangkalan dan pagi sekali kita sampai di lokasi. Dan kita memang tidak tahu kalau Bangkalan ada lockdown. Baru siang hari kita kena swab massal semua pengendara. Dan ada satu dari rombongan dari kami yang ternyata positif hasilnya, sehingga harus dikarantina di Surabaya," tambahnya.

Taufik menuturkan satu rekannya yang dinyatakan positif COVID-19 sempat menjalani karantina 10 hari di Surabaya, tepatnya di RS Lapangan Indrapura (RSLI). Namun informasinya saat ini masih menjalani karantina di salah satu rumah sakit di Bojonegoro. Kondisinya terpantau terus membaik.

"Iya sebelumnya memang menjalani karantina di Surabaya dan dengan berbagai pertimbangan dari kami dan keluarga akhirnya dipindah ke rumah sakit di Bojonegoro. Alhamdulillah saat ini kondisi beliau terus membaik," pungkasnya.

(fat/fat)