Berikut Kronologi Terciptanya Klaster Hajatan di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 17:13 WIB
klaster hajatan di banyuwangi
Satgas terus melakukan tracing dan testing (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Satgas COVID-19 Banyuwangi terus melakukan tracing dan testing klaster hajatan di Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo. Klaster ini muncul setelah 4 orang mengalami gejala seperti COVID-19 dan menularkan kepada para tenaga pembantu hajatan pernikahan di tempat tersebut.

Kepala Puskesmas Tegaldlimo dr Masbuhin menceritakan munculnya klaster hajatan tersebut terjadi setelah adanya gotong royong masyarakat membantu mempersiapkan hajatan pernikahan.

"Jadi ada 4 orang dalam satu keluarga yang memiliki gejala mirip COVID-19 itu jadi rewang (membantu) di pernikahan itu. Kemudian menularkan ke petugas rewang yang lain," ujarnya kepada detikcom, Selasa (15/6/2021).

Setelah ditemukan adanya orang yang tertular, pihak Satgas COVID-19 Kecamatan Tegaldlimo melakukan tracing dan testing. Baru pada hari Kamis (10/6/2021), petugas dari Puskesmas Tegaldlimo memeriksa 53 orang kontak erat klaster hajatan itu. Hasilnya 12 orang terpapar COVID-19.

"Dari 4 menjadi 12. Kita tracing lagi dari 83 menjadi 26. Terakhir kita tracing 16 bertambah 4 orang," tambahnya.

Anehnya, tuan rumah hajatan pernikahan itu tidak tertular COVID-19. "Uniknya ya yang punya hajatan pernikahan tidak tertular COVID-19," tambahnya.

Penularan cepat COVID-19 dalam klaster hajatan dikarenakan kurangnya kepatuhan protokol kesehatan. Di antaranya tak memakai masker dan tidak menjaga jarak. Sehingga virus Corona dengan mudah menular dalam klaster ini.

"Maka pentingnya prokes ini untuk mencegah penyebaran COVID-19," tambahnya.

Untuk saat ini, kata Masbuhin, tracing dan testing terus diperluas. Selain itu juga dilakukan pembatasan sosial di lokasi ditemukannya klaster hajatan.

"Terus lakukan tracing dan testing. Untuk memutus rantai ada pembatasan warga, bersama Polsek TNI jaga patroli di Desa menjaga prokes," pungkasnya.

(iwd/iwd)