9 Santriwati Madura Nangis Saat Terjaring Razia Yustisi di Laut Probolinggo

M Rofiq - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 16:20 WIB
Sejumlah warga dan santriwati asal Madura terjaring razia yustisi di tengah lautan. Saat hendak di-swab PCR oleh Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo, 9 santriwati menangis.
Yang terjaring razia yustisi di laut Probolinggo/Foto: Istimewa
Probolinggo -

Sejumlah warga dan santriwati asal Madura terjaring razia yustisi di tengah lautan. Saat hendak di-swab PCR oleh Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo, 9 santriwati menangis.

"Belasan warga dan santri baru dari Madura, kedapatan naik kapal tidak pakai masker. Langsung dibawa petugas di pelabuhan kecil di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Langsung di-swab PCR, namun 9 santri menangis," ujar Koordinator Penegakan Hukum Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto saat dikonfirmasi detikcom, Senin (14/6/2021).

Operasi yustisi di laut digelar petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Tak mau ambil risiko, Satgas COVID-19 langsung melakukan 2 tes yaitu swab antigen dan swab PCR. Santriwati menangis ketakutan dan meminta pulang. Mereka tidak mau di-swab oleh petugas.

Petugas kemudian melakukan pendekatan dan memberikan arahan kepada para santriwati yang baru akan mondok di Probolinggo. Akhirnya 9 santriwati yang terjaring tak bermasker ini mau menjalani swab PCR.

Petugas sengaja terus menggencarkan operasi yustisi, di beberapa titik. Mulai di 3 pelabuhan hingga pusat perbelanjaan, dan pasar-pasar tradisional. Sebab, banyak warga Madura yang datang ke Probolinggo. Banyak juga warga Probolinggo yang berada di Pulau Madura kembali ke Probolinggo karena ada ledakan kasus COVID-19.

"Ledakan dan mengganasnya penyebaran COVID-19 di Bangkalan, Madura, kita gencar melakukan razia yustisi, karena banyak warga dari Pulau Madura, banyak ambil jalur laut dan masuk di pelabuhan kecil. Kita antisipasi penyebaran COVID-19 dari klaster Madura," imbuh Ugas.

Jika hasil swab PCR-nya positif COVID-19, maka yang bersangkutan akan dilakukan karantina di tempat yang sudah disediakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Sementara Satpolairud Polres Probolinggo secara rutin terus melakukan patroli laut. Tepatnya di Perairan Utara Probolinggo, guna mengantisipasi kapal yang membawa penumpang dari Pulau Madura.

(sun/bdh)